FaktualNews.co

Tunggu Laporan Keluarga, Polisi Akan Usut Dugaan Penyeteruman 4 Siswa di Malang

Kriminal     Dibaca : 1049 kali Penulis:
Tunggu Laporan Keluarga, Polisi Akan Usut Dugaan Penyeteruman 4 Siswa di Malang
Ilustrasi
Ilustrasi setrum

Ilustrasi

SURABAYA, FaktualNews.co – Pihak kepolisian akan mengusut kasus dugaan penyeteruman 4 siswa yang dilakukan kepala sekolah (Kepsek) SDN Lowokwaru III Malang. Namun, polisi masih menunggu keluarga korban untuk melaporkan kasus tersebut.

“Kami akan menyelidikinya, tapi masih menunggu laporan dari keluarga korban,” kata Kapolresta Malang AKBP Hoiruddin Hasibuan dikutip dari detikcom di Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (3/5/2017).

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Baca : Empat Siswa SD di Malang Menjadi Korban Penyeteruman Kepsek

Hoiruddin menerangkan, Sabtu (29/4), ada keluarga korban mendatangi Polresta Malang. Kedatangan mereka saat itu bukan hendak melaporkan. “Sabtu datang, tapi hanya konsultasi dulu,” ujarnya.

Keluarga korban berjanji akan melaporkan kejadian yang menimpa anaknya pada Selasa (2/5). Namun, ditunggu hingga hari ini, Rabu (3/5/2017) keluarga korban tak kunjung datang.

“Janjinya Selasa akan datang untuk melaporkan. Tapi sampai sekarang belum datang,” tuturnya sambil menambahkan, Kasat Reskrim Polresta Malang masih berusaha menghubungi keluarga korban.

Ia menambahkan, jika ada laporan dari keluarga korban, pihaknya akan mengusutnya. “Kalau ada laporan, itu lebih baik,” tandasnya.

Baca : HP Anaknya Hilang, PNS ini Setrum dan Ancam Tembak Siswa Dalam Kelas

Kasus dugaan penyetruman terhadap 4 siswa di SDN Lowokwaru III Kota Malang, juga membuat Wali Kota Malang M Anton ikut bicara. Katanya, yang dilakukan kepala sekolah kepada siswanya itu untuk terapi kesehatan pola pikir.

“Bukan disetrum, terapi kesehatan pola pikir. Sudah ada penanganan khusus, dengan memanggil yang bersangkutan serta wali siswa melalui diknas,” ujar Anton ditemui wartawan di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Selasa (2/5/2017). (*/REP)

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul
Sumber
detikcom

YUK BACA

Loading...