FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Dandim 0810 Nganjuk Ajak Mahasiswa Kembali ke Nilai-nilai Luhur Bangsa

Pendidikan     Dibaca : 848 kali Jurnalis:
Dandim 0810 Nganjuk Ajak Mahasiswa Kembali ke Nilai-nilai Luhur Bangsa
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh Sri Rusyono saat mengisi kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ula Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (8/5/2017). FaktualNews.co/Kuswanto/
Kuliah Umum Dandim Nganjuk

Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh Sri Rusyono saat mengisi kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ula Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (8/5/2017). FaktualNews.co/Kuswanto/

NGANJUK, FaktualNews.co – Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh Sri Rusyono mengajak para mahasiswa untuk kembali kepada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang saat ini sudah mulai luntur.

Hal ini disampaikan Dandim dihadapan ratusan mahasiswa saat kuliah umum dengan tema “Memahami Ancaman, Menyadari Jati Diri, Sebagai Modal Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang” di aula Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ula Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (8/5/2017).

(BACA : Dandim 0806 Trenggalek Hadiri Rakor Konflik Sosial )

Dandim menjelaskan, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dibentuk dalam waktu sesaat tetapi didirikan dengan perjuangan dan pengorbanan serta diikat dengan nilai-nilai luhur yang menumbuhkan kebangsaan Indonesia.

“Memahami ancaman ,menyadari jati diri modal mewujudkan Indonesia menjadi bangsa pemenang,teori maltus 1798 jumlah penduduk yang terus meningkat ketersediaan makanan sedangkan ketersediaan energi akan habis,” ujarnya.

(BACA : Kunjungi Ponpes Tebuireng, Ridwan Kamil Minta Restu ke Gus Solah untuk Maju Pilgub Jabar)

Ketua STAI Miftahul Ula KH.Isrofil Amar dalam sambutannya mengatakan bahwa para mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus banyak berbuat dan berkreasi, bukan hanya berbicara. “Pemimpin harus berbuat untuk menciptakan suasana tentram di lingkungan masyarakat, apalagi saat ini tengah diusik dengan beragam gejolak yang mengarah ke instabilitas kondisi sosial ekonomi,” katanya. (kus/REP)

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...