FaktualNews.co

Rawan Bencana, PMI Kabupaten Mojokerto Kenalkan Penanggulangan pada Anak

Pendidikan     Dibaca : 1249 kali Penulis:
Rawan Bencana, PMI Kabupaten Mojokerto Kenalkan Penanggulangan pada Anak
Para siswa saat belajar penanggulangan bencana dengan PMI Kabupaten Mojokerto, Sabtu (13/5/2017). Foto : FaktualNews/Khilmi

Para siswa saat belajar penanggulangan bencana dengan PMI Kabupaten Mojokerto, Sabtu (13/5/2017).
FaktualNews.co/Khilmi/

 

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Mengingat wilayah Kabupaten Mojokerto juga termasuk wilayah rawan bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto mengenalkan beberapa bentuk bencana kepada anak – anak sejak usia dini. Hal tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana.

Peserta didik asal RA Nur Said sejak pagi berduyun – duyun menuju kolam renang Vanda Tirta yang berada di kawasan Kecamatan Mojosari. Didampingi wali murid dan tenaga pengajar RA Nur Said, PMI Kabupaten Mojokerto menggelar simulasi tanggap bencana banjir bandang di area outbond yang masih dalam satu lokasi dengan kolam renang tersebut, Sabtu,(13/5/2017).

“Kita mulai mengenalkan anak dari usia dini terkait dengan pengetahuan kebencanaan. Khususnya kita sampaikan apa yang perlu dilakukan saat pra bencana. Ini penting untuk pencegahan bencana,” ujar Didik Soedarsono, Kasi Pelayanan dan Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Mojokerto.

Adapun bentuk simulasi yang dilakukan, lanjut Didik, konsep simulasi yang diterapkan berupa soft game. “Adik – adik ini sambil diajak bermain, namun dalam permainan itu juga kita sisipkan beberapa pengetahuan tentang penanganan korban selamat, korban luka, hingga korban meninggal dunia saat bencana terjadi,” ungkapnya.

Didik juga berharap, dengan pengenalan bencana kepada anak – anak sejak usia dini, mereka akan terbiasa untuk ikut campur melakukan pencegahan bencana. “Kalau mereka terbiasa ikut campur dalam gerakan pencegahan bencana, misal ada seseorang yang membuang sampah sembarangan, mereka akan mengingatkannya. Itu salah satu bentuk ikut campur mereka dalam hal melakukan pencegahan becana,” pungkasnya.

Devianti, salah seorang pengajar di RA Nur Said menuturkan, kegiatan tersebut masih berkaitan dengan materi pembelajaran peserta didik setara Taman Kanan – kanak atau TK. “Kebetulan kami mengambil tema alam semesta dengan sub tema bencana, sehingga kami minta bantuan PMI Kabupaten Mojokerto untuk mengenalkan beberapa macam bencana yang sering terjadi di Mojokerto kepada peserta didik kami,” tuturnya.

Masih kata guru yang sudah mengajar di RA Nur Said selama 11 tahun ini, kegiatan pembelajaran dengan metode sosiodrama atau bermain peran semacam ini sangat diminati anak – anak usia empat hingga enam tahun. “Anak – anak jadi senang, karena dalam kegiatan ini kami bagi perannya. Ada yang menjadi tim medis, tentara, sukarelawan, bahkan juga ada yang menjadi korban luka dan meninggal dunia,” jelasnya.

Pihaknya berharap, kedepannya agar jiwa sosial dapat tertanam kepada anak – anak sejak dini. “Untuk menghadapi bencana dan kecelakaan agar mereka juga mau action. Bukan berarti mereka yang melakukan evakuasi, tetapi minimal mereka dapat mengenali bencana. Ketika itu terjadi, mereka bisa berteriak meminta tolong dan dapat menyelamatkan dirinya sendiri,” harapnya.

Sedikitnya 106 siswa RA Nur Said, Mojosari yang masing – masing dari kelompok A, yakni kategori siswa usia empat hingga lima tahun dan kelompok B, siswa usia lima hingga enam tahun terlihat sangat antusias saat mengikuti kegiatan tersebut. (khil/oza)

[box type=”shadow” ]

BACA JUGA :

[/box]

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...