FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Ahli; Foto Perempuan Telanjang Pada Percakapan WA Habib Rizieq Adalah Firza Husain

Nasional     Dibaca : 5278 kali Jurnalis:
Ahli; Foto Perempuan Telanjang Pada Percakapan WA Habib Rizieq Adalah Firza Husain
Foto telanjang dalam percakapan WA Rizieq Shihab dengan Firza Husain.FaktualNews/internet

Foto telanjang dalam percakapan WA Rizieq Shihab dengan Firza Husain.FaktualNews/internet

SURABAYA, FaktualNews.co – Foto perempuan telanjang dalam dalam percakapan aplikasi WhatsApp yang diduga melibatkan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dinyatakan sebagai Firza Husein.

Setelah Polda Metro Jaya telah meminta keterangan Hery Cahyono, ahli pengenalan wajah (face recognition) dari Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polri. Hasil analisa Hery menunjukkan, perempuan tanpa busana dalam percakapan itu adalah Firza Husein dan itu bukan rekayasa.

“Disimpulkan bahwa foto yang diserahkan oleh penyidik untuk diperiksa di tim Inafis adalah asli dan bukan rekayasa,” kata Hery di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/5/2017).

BACA JUGA

[box type=”shadow” ]

[/box]

Hery menuturkan, dalam pemeriksaan yang ia lakukan, Hery menggunakan sebuah program pemindai biometrik yang mampu mencocokkan wajah dari sejumlah foto. Foto yang menjadi pembanding, adalah foto Firza Husein yang diambil penyidik ketika Firza ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, atas dugaan makar.

“Jadi kami bandingkan pada saat tanggal 4 Februari kami adakan pemeriksaan secara langsung, kami memotret wajah dari FH, kami bandingkan gunakan sistem yang ada di kami,” terang Hery.

Selain mencocokkan foto bugil Firza dengan foto Firza ketika di tahanan, Hery juga menggunakan program yang mampu mengungkap identitas pemilik wajah dalam foto. Hasilnya, identitas Firza yang didapat dari foto tanpa busana itu. Sehingga dipastikan foto telanjang tersebut murni Firza Husain.

Hery tak meragukan keakuratan program yang digunakannya. Menurut dia, bukan kali ini saja program pemindai wajah digunakan di Indonesia dan menarik kesimpulan yang akurat.

“Ya baik dari sistem algoritma yang otomatis hasilnya match. Ketika wajahnya berbeda adalah orang berbeda secara sistem akan menolak,” tandasnya.(kompas/ivi)

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...