FaktualNews.co

Krisis Venezuela, Aksi Protes Maduro Belum Reda 42 Orang Tewas

Internasional     Dibaca : 930 kali Penulis:
Krisis Venezuela, Aksi Protes Maduro Belum Reda 42 Orang Tewas
Demonstrasi di Venezuela memakan korban, dua mahasiswa tewas karena ditembak polisi. (REUTERS/Christian Veron)
demo_venezuela-1

Demonstrasi di Venezuela memakan korban, dua mahasiswa tewas karena ditembak polisi. (REUTERS/Christian Veron)

 

CARACAS, FaktualNews.co – Sekitar 42 orang tewas dalam aksi protes terhadap pemerintahan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, selama 1,5 bulan ini.

Kantor Kejaksaan Venezuela, Selasa (16/5/2017) waktu setempat, melaporkan lagi tiga kematian baru, termauk seorang pemuda berusia 17 tahun tewas ditembak di kepalanya, Senin (15/5/2017).

Seorang polisi ditangkap atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan seorang pengemudi taksi berusia 33 tahun, yang ditembak di dekat perbatasan dengan Tachira.

(BACA : 29 Orang Tewas Dalam Aksi Anti Maduro di Venezuela)

Seorang pemuda berusia 17 tahun yang ditembak di kepalanya saat melakukan demonstrasi di negara bagian Barinas pada Senin, akhirnya tewas pada Selasa pagi.

“Sekelompok orang datang dan mulai menembak, melukai pemuda itu di bagian kepalanya,” kata jaksa kepada Reuters untuk menjelaskan sebab kematian remaja yang namanya tak disebutkan itu.

Korban lainnya, demikian pihak berwenang, tewas dalam aksi protes di San Antonio. Nama dan umur korban tidak disebutkan.

Kekerasan pecah di berbagai belahan negara bagian pada Senin sebagai aksi yang mengupayakan penghapusan pemerintahan sosialis di bawah Maduro.

Ratusan ribu orang turun ke jalan dalam beberapa minggu terakhir. Massa mengamuk karena kekurangan pasokan makanan, krisis obat-obatan, dan meningkatnya laju inflasi.

(BACA : Demo Buruh Ricuh, Enam Polisi Luka Bakar Terkena Lemparan Molotov)

Massa demonstran menuntut pemilihan umum, pembebasan bagi para pegiat yang dipenjara, bantuan luar negeri untuk mengimbangi krisis ekonomi, dan otonomi untuk badan legislatif yang dikuasai oposisi.

Presiden Maduro menyalahkan oposisi atas krisis negara yang telah terjadi pada semua sisi.

Maduro bahkan menuduh para lawannya mencoba memakzulkan dirinya dalam sebuah kudeta atas dukungan kuat dari Amerika Serikat.

Kelompok pegiat hak asai setempat menyebutkan, 90 orang ditangkap dalam kerusuhan pada awal pekan ini. Sementara gelombang unjuk rasa belum juga reda.

(BACA : Polisi Tembaki Buruh Freeport, Ini Reaksi Presiden KSPSI)

Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan bertemu secara tertutup mengenai Venezuela, Rabu (17/5/2017) di New York, atas permintaan Amerika Serikat.

Pertemuan DK PBB untuk membahas krisis Venezuela merupakan langkah pertama yang belum pernah diambil sebelumnya oleh dewan beranggotakan 15 negara kuat itu. (*)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul
Sumber
Kompas.com

YUK BACA

Loading...