FaktualNews.co

Polisi Buru Penyebar Poster Penghinaan Lambang Negara “Garuda Ku Kafir” yang Terpasang di Undip Semarang

Peristiwa     Dibaca : 1412 kali Penulis:
Polisi Buru Penyebar Poster Penghinaan Lambang Negara “Garuda Ku Kafir” yang Terpasang di Undip Semarang
poster dan spanduk bernuansa penghinaan terhadap lambang negara "Garuda Ku Kafir" yang tertempel di kampus Universitas Diponegoro, Semarang. (detik.com)
Poster penghinaan lambang negara

poster dan spanduk bernuansa penghinaan terhadap lambang negara “Garuda Ku Kafir” yang tertempel di kampus Universitas Diponegoro, Semarang. (detik.com)

SEMARANG, FaktualNews.co – Polrestabes Semarang saat ini memburu pelaku penyebaran sejumlah poster dan spanduk bernuansa penghinaan terhadap lambang negara “Garuda Ku Kafir” yang tertempel di kampus Universitas Diponegoro, Semarang.

Kasat Intelkam Polrestabes Semarang AKBP Ventie Bernard Musak mengatakan, kasus tersebarnya poster ‘Garuda Ku Kafir’ merupakan kasus penghinaan terhadap lambang negara. Sehingga, perbuatan dengan sengaja menyebarkan poster dan pemasangan spanduk itu juga masuk dalam ranah tindak pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

(BACA : Posting Screenshot Hina Jokowi, Akun Facebook “Syukur Muhammad Syarief” Dihujat Netizen)

“Untuk mengetahui pasti siapa yang membuat atau menempel selebaran itu. Kami sudah koordinasi dengan kampus dan kita sudah dikasih tau oleh Dekan Kampus Fisip Undip juga diminta untuk mengamankan selebaran itu. Ini masih dalam proses penyelidikan,” ucapnya kepada awak media, Kamis (18/5/2017).

Ventie mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke kepolisian terdekat apabila mendapati atau menemukan gambar selebaran tersebut.

Soal adanya tulisan tanggal 20 Mei 2017 terkait hari Kebangkitan Nasional yang tertulis di bawah poster itu, Ventie menegaskan tidak adanya ijin pemberitahuan yang masuk ke kepolisian terkait dugaan adanya kegiatan yang masih belum jelas berbentuk diskusi atau orasi itu.

(BACA : Logo Palu Arit Mendadak Ditemukan di Pamekasan Madura)

“Tidak ada (izin) kita lihat saja nanti, apakah ada kegiatan atau tidak. Mungkin ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Mungkin ini hanya gertakan sambal aja,” pungkasnya.

Sebelumnya, spanduk dan poster warna merah bertuliskan “Garuda Ku Kafir” tersebar di Universitas Diponegoro (Undip) Kota Semarang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Penyebaran poster dan spanduk yang didalamnya menunjukan kegiatan diskusi itu awalnya diketahui di dunia maya atau social media (sosmed) oleh Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi. (*/rep)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul
Sumber
Merdeka.com

YUK BACA

Loading...