Politik

Menuju Pendopo : PKS Seleksi 23 Figur Bacabup Jombang, Nyono dan Mundjidah Dilirik

Petinggi DPD PKS Jombang saat menggelar konfrensi pers guna menjaring 23 figur bacabup Jombang 2018. sabtu (20/5) foto : rony/faktualnews.co

JOMBANG,FaktualNews.co – Suhu politik jelang pilihan kepala daerah Kabupaten Jombang tahun 2018 mendatang, mulai memanas. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Jombang mengaku akan melakukan survei terhadap 23 nama figur untuk didukung menjadi Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup). Tidak hanya itu, 23 figur ini nantinya akan dikaji kelayakan sebelum ditetapkan untuk didukung oleh DPD PKS Jombang.

“Ada 23 figur yang kami survei. 7 dari kader internal (PKS), dan 16 dari eksternal PKS,” kata Mustofa, Ketua DPD PKS Jombang dalam keterangan persnya, Sabtu (20/5/2017). Adapun 7 dari 23 nama yang dari kader PKS yakni Rohmad Abidin, Mustofa, Didik Darmadi, Heri Santoso, Hasan Sholahudin, Muhammad Said, dan Muhammad Arifin.

Sedangkan 16 nama yang bukan kader PKS adalah Nyono Suharli Wihandoko, Mundjidah Wahab, Joko Triono, Subaidi Mukhtar, Sadarestuwati, Marsaid, Goetomo, Ita Triwibawati, Fatchurrahman, Abdul Qodir, Ahmad Rifa’I, Munir Alfanani, Warsubi, Wulang Suhardi, Emma Ummiyatul Chusna, dan tjaturina Yuliastuti.

“Untuk menjaring atau menyeleksi siapa diantara 23 nama itu yang akan kami dukung, PKS sudah membentuk Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD). Tim ini akan menggunakan 4 mekanisme dalam menetapkan nama yang akan didukung tersebut,” lanjut Mustofa yang juga Ketua TPPD PKS Jombang.

Dirinci MUstofa, empat mekanisme tersebut yakni Pemilihan Umum Internal (PUI). Dimana dalam PUI itu kader PKS dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tingkat kecamatan dan DPD memilih secara langsung 1 dari 23 nama figur tersebut. Dengan prosedur satu orang kader menuliskan satu figur dalam kertas yang disediakan, kemudian dimasukkan dalam kotak suara.

Mekanisme kedua, survei untuk menyerap aspirasi dari suara masyarakat terhadap 23 nama figur tersebut. Sedangkan mekanisme ketiga adalah komunikasi politik dengan parpol lain dan tokoh masyarakat. Sementara mekanisme terakhir dengan membuka pendaftaran terbuka untuk masyarakat umum. “Pendaftaran ini kami buka mulai bulan Mei ini hingga Juni. 23 nama itu kami persilahkan untuk mendaftar, termasuk dari kader PKS sendiri,” beber Mustofa.

Setelah melalui semua mekanisme itu, PKS akan memutuskan dua nama untuk diusulkan ke DPW Jawa Timur dan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PKS. “Untuk persyaratan pendaftar, sama seperti yang ada di KPU. Dan yang jelas harus setia kepada pancasila dan NKRI,” pungkasnya.(oza/dio)