Pendidikan

Jembatan Ambruk, Pelajar Lewat Jalan Darurat

Puluhan siswa SDN Gondangmanis yang berasal dari Dusun Gondanglegi, Bandar Kedungmulyo berjalan kaki menuju sekolah mereka dengan melewati jalan darurat, Selasa (23/5/2017). Akibat jembatan sungai konto ambruk diterjang arus beberapa bulan lalu, pelajar terpaksa melintas jalan darurat. FaktualNews.co/Arief/

JOMBANG, FaktualNews.co – Akibat putusnya jembatan Sungai Konto yang berada di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, beberapa bulan lalu yang sampai saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Tidak membuat semangat puluhan pelajar untuk pergi ke sekolah dengan melewati jalur itu surut.

Pantauan di lokasi, puluhan siswa SDN Gondangmanis yang berasal dari Dusun Gondanglegi, Bandar Kedungmulyo berjalan kaki menuju sekolah mereka dengan melewati jalur itu.

(BACA : Jembatan Konto Bandarkedungmulyo Ambruk Diterjang Arus)

Sebelumnya mereka harus diangkut dengan truk setiap berangkat dan sepulang sekolah. Karena saat itu belum ada jalan darurat yang dibuatkan oleh pihak kontraktor yang saat ini melakukan pengerjaan tanggul dan jembatan.

Mereka sudah berbaris antre untuk menuruni tangga ke jalan darurat yang ada di bawah sungai terbuat dari batu cor sebagai penghubungan jalan yang putus.

Puluhan siswa SDN Gondangmanis yang berasal dari Dusun Gondanglegi, Bandar Kedungmulyo berjalan kaki menuju sekolah mereka dengan melewati jalan darurat, Selasa (23/5/2017). Akibat jembatan sungai konto ambruk diterjang arus beberapa bulan lalu, pelajar terpaksa melintas jalan darurat. FaktualNews.co/Arief/

Hanya dengan sarana sederhana yang dibuat ini, para pelajar dapat menyeberang jalur yang putus dan terbelah karena tergerus longsor. Mereka harus ekstra hati-hati saat menuruni sungai itu karena kondisinya sangat curam.

(BACA : Video Kisah, Abdi Bangsa Jalan Kaki Seberangi 3 Sungai, Lewati Lumpur dan Sawah Demi Mengajar di SDN Pojokklitih 3 Jombang)

Salah satu siswa SD, Bustomi, asal Dusun Gondanglegi menuturkan dirinya memilih  melintasi jalan darurat ini untuk dapat pergi ke sekolah, dari pada jalan memutar maupun diangkut truk. “Enak lewat sini, meski turun dan naiknya agak sulit. Tapi cepet daripada memutar,” tuturnya sepulang sekolah, Selasa (22/5/2017).

Setelah jalan darurat dibangun, dia bersama teman lainnya pun memilih lewat jalan tersebut. (rep)