FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Batu Sarkofagus Peninggalan Sejarah Ditemukan Warga Bojonegoro di Tengah Hutan Saradan Madiun

Peristiwa     Dibaca : 2839 kali Penulis:
Batu Sarkofagus Peninggalan Sejarah Ditemukan Warga Bojonegoro di Tengah Hutan Saradan Madiun
Batu Sarkofagus (tempat menyimpan jenazah) yang ditemukan Sudjiono, warga Bojonegoro di kawasan hutan Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. FaktualNews.co/Istimewa/
batu sarkofagus

Batu Sarkofagus (tempat menyimpan jenazah) yang ditemukan Sudjiono, warga Bojonegoro di kawasan hutan Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. FaktualNews.co/Istimewa/

 

BOJONEGORO, FaktualNews.co – Sudjiono, warga Desa Bareng, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, menemukan batu Sarkofagus (tempat menyimpan jenazah) di kawasan hutan Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Batu yang diperkirakan sebagi benda peninggalan sejarah ini ditemukan di tengah hutan Madiun. Menurut Sudjiono, dirinya tidak mengetahui bahwa batu tersebut memiliki nilai sejarah.

“Untuk mengangkat batu tersebut saya harus melibatkan banyak orang, beratnya minta ampun,” jelasnya kepada awak media, Sabtu (27/5/2017).

BACA : Warga Trenggalek Temukan Arca Majapahit saat Gali Kolam

Sementara, Koordinator Museum 13, Kabupaten Bojonegoro, Hary Nugroho, menjelaskan intrepetasi awal batu tersebut diduga merupakan tempat untuk penyucian jenazah. “Sebagai tempat penyucian jasad,” ujarnya saat melakukan pengamatan, Sabtu (27/5/2017).

Batu Sarkofagus ini memiliki lebar 160 x 66 cm, dengan tinggi 59 cm dan 70 cm (sisi lain). Sedangkan untuk lebar kedalaman cekungan dengan ukuran panjang 60 x 140 cm dengan kedalaman 20 cm. “Dari ukurannya pas dengan ukuran manusia,” jelasnya.

Hal itu kemudian dikuatkan oleh sejarah yang menyebut bahwa untuk kalangan Hindu India, jasad untuk sebagian orang kalangan sudra dibiarkan di atas batu agar dimakan burung pemangsa. Setelah itu tulangnya baru dikumpulkan lagi untuk dibakar. “Dulu dimungkinkan biaya untuk pembakaran jenazah mahal,” tukas Hary. (sol/rep)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul