Peristiwa

Pasangan Mesum yang Diamankan Petugas Gabungan di Hotel Raden Wiajaya Mojokerto, Seorang PNS

Satu pasangan mesum yang terjaring razia petugas gabungan dan diamankan di Kantor Satpol PP Kota Mojokerto.FaktualNews/Khilmi S Jane

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Polres Mojokerto Kota, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto dan instansi lainnya melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) 2017.

Hasilnya, petugas mengamankan enam orang yang didapati di beberapa hotel yang ada di Kota Mojokerto, Sabtu (27/05/2017) malam.
Kuat dugaan mereka tengah melakukan perbuatan mesum pada hari pertama bulan Ramadan
itu.

Belakangan diketahui, satu diantara 6 orang yang terjaring razia diketahui berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Yakni Ekowati alamat Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

BACA JUGA

[divider]

Ia ditangkap petugas gabungan saat tengah berada di dalam kamar hotel Raden Wijaya Kota Mojokerto bersama dengan Muhammad Samsul Arifin, warga Desa Randubangu, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Keduanya pun langsung digelandang ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto untuk dilakukan pendataan.

“Tadi kita amankan ada enam orang,” ujar Imam Susadi, Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto.

Imam mengatakan, razia tersebut merupakan salah satu instruksi Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus untuk membersihkan Kota Mojokerto dari prostitusi.

“Orang-orang yang kami amankan ini rata-rata asal Jombang, Sidoarjo, Gersik, dan Kabupaten Mojokerto. Untuk warga Kota Mojokerto tidak ada,” imbuhnya.

Usai melakukan razia di sejumlah hotel, petugas juga melakukan razia di kawasan eks lokalisasi Balongcangkring di Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Namun, di lokasi ini petugas tidak menemukan satupun kegiatan asusila.

“Walaupun sudah ditutup oleh walikota, di sini (Balongcangkring) masih tetap ada aktifitas prostitusi. Tapi malam ini terlihat sepi,” pungkasnya.

Razia semacam ini akan terus dilakukan jajaran Satpol PP selama bulan Ramadan. Tujuannya tidak lain untuk memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat yang sedang beribadah di bulan Ramadan.(khil/ivi)