FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Buat Laporan Palsu, Pasangan Muda yang Membuang Bayi Dinikahkan di Musala

Kriminal     Dibaca : 1335 kali Penulis:
Buat Laporan Palsu, Pasangan Muda yang Membuang Bayi Dinikahkan di Musala
Ilustrasi
pasangan mesum

Ilustrasi

TANGERANG, FaktualNews.co – Atas kesepakatan dan inisiatif dari kedua keluarga pasangan muda berinisial YD (20) dan AR (19) yang buat laporan palsu soal temuan bayi ke Polsek Serpong dinikahkan secara sederhana di musala, Senin (29/5/2017).

“Kedua belah pihak keluarga, YD dan AR dinikahkan di musala Polsek Serpong kemarin,” jelas Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Ahmad Alexander saat dikonfirmasi awak media, Selasa (30/5/2017).

Keduanya menyebut telah temukan bayi di pinggir jalan yang belakangan diketahui bayi tersebut merupakan anak mereka sendiri.

BACA : Polisi Kejar Pelaku Pembuang Bayi dalam Kresek di Pintu Gerbang Rumah Kades di Kediri

Kasus ini berawal dari laporan YD dan AR yang mengaku menemukan bayi terbungkus plastik di Jalan Viktor, Serpong, pada 9 Mei 2017 lalu. Laporan dilayangkan ke Polsek Serpong. Sedangkan bayi tersebut dibawa ke Rumah Sakit Buah Hati untuk mendapat perawatan intensif.

Ketika kembali lagi ke polsek untuk memberikan keterangan tambahan, polisi yang curiga dengan bentuk tubuh AR mengajaknya untuk diperiksa di Puskesmas Rawa Buntu.

Di sana, diketahui ada bekas melahirkan pada tubuh AR yang kemudian diakui keduanya bahwa bayi itu adalah hasil hubungan mereka.

“Jadi AR melahirkan di rumah pamannya. Mereka mengarang cerita itu karena takut pada paman dan bibinya kalau tahu yang sebenarnya,” tutur Ahmad.

Atas tindakannya, YD dan AR dapat dikenakan Pasal 76B Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pasal tersebut mengatur tentang larangan menelantarkan anak dalam kondisi apapun.

Namun, terkait dengan status hukum YD dan AR, Ahmad menyebut keduanya meminta penangguhan penahanan. Polisi yang memeriksa kasus ini akan mempertimbangkan pengajuan penangguhan penahanan itu, berikut dengan faktor sosiologis, psikologis, dan kondisi bayi YD dan AR.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul
Sumber
tribunnews.com