FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kasihan, Warga Miskin di Mojokerto Terima Raskin Berkutu dan Berbau Apek

Peristiwa     Dibaca : 1454 kali Penulis:
Kasihan, Warga Miskin di Mojokerto Terima Raskin Berkutu dan Berbau Apek
Kondisi raskin tak laik konsumsi yang diterima warga Desa Lebakjabung, Jatirejo, Mojokerto.FaktualNews/Khilmi S Jane

Kondisi raskin tak laik konsumsi yang diterima warga Desa Lebakjabung, Jatirejo, Mojokerto.FaktualNews/Khilmi S Jane

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Warga Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengeluhkan kualitas beras bantuan program beras miskin (raskin) yang dikeluarkan Perum Bulog Sub Divre II Surabaya Selatan. Sebab, selain berbau apek, raskin tersebut juga penuh berkutu, dan kotor.

Seperti yang dikeluhkan Ira (25), warga Dusun Jabung, Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Tahun ini, raskin yang diterima pihaknya jauh dari kata laik konsumsi. Bagaimana tidak, beras tersebut mengeluarkan bau tidak sedap dan penuh kutu.

“Kualitasnya sangat buruk, dan sebenarnya tidak bisa dimasak. Berhubung tidak ada beras lainnya, ya terpaksa dimasak saja,” ungkapnya kepada faktualnews.co, Rabu (31/5/2017).

BACA JUGA

[divider]

Menurutnya, sejak lama dirinya sudah tidak menerima jatah Raskin. Sejak bulan Januari 2017, baru di bulan April lalu dirinya kembali mendapatkan bantuan beras bagi keluarga tidak mampu ini.

Ira menuturkan, kualitas beras tersebut mengalami penurunan sejak dua bulan yang lalu. Empat karung beras berukuran 15 kg yang diterumanya sejak bulan April itu hingga sekarang tidak dimasak olehnya.

“Sebenarnya sudah lama tidak menerima beras ini, sejak sekitar pertengahan 2016 lalu. Mulai mendapat beras lagi ya ini, jatah bulan April dan Mei 2017. Tapi akhirnya tetap tidak saya masak, karena kondisinya parah seperti ini,” imbuhnya sembari menunjukkan raskin yang diterimanya.

Untuk jatah beras bulan April, lanjut Ira, kualitasnya masih lumayan bagus. Namun, jatah beras bulan Mei ini kualitasnya jauh lebih buruk dari sebelumnya. Ira berharap, kedepannya agar pemerintah lebih memerhatikan kualitas beras bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, perangkat desa setempat masih belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi terkait buruknya kualitas beras bantuan ini.(khil/ivi)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin