FaktualNews.co

Derita Tahanan Polres Mojokerto Dianiaya Setiap Hari, Kasatreskrim: Saya Jamin Seribu Persen Tidak Ada Polisi Main Pukul

Peristiwa     Dibaca : 1789 kali Penulis:
Derita Tahanan Polres Mojokerto Dianiaya Setiap Hari, Kasatreskrim: Saya Jamin Seribu Persen Tidak Ada Polisi Main Pukul
Ilustrasi
tahanan dianiaya

Ilustrasi

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Kasus kekerasan terhadap tahanan kembali mencuat, kali ini AWP (22), warga Dusun Janti, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto mengaku selama menjalani hukuman di tahanan Polres Mojokerto mendapat pukulan. Pukulan tersebut ia terima baik oleh sesama tahanan maupun oknum petugas.

Terkait adanya kabar tersebut, saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso menjamin bahwa tidak ada polisi yang melakukan hal itu.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Mana ada itu polisi main pukul ke tahanan, saya jamin seribu persen, itu bohong. Sekarang bukan zamannya polisi seperti itu,” tegasnya saat dikonfirmasi FaktualNews.co melalui ponselnya, Sabtu (3/5/2017).

Budi Susanto, menyatakan jika memang AWP mengaku pernah dipukuli oleh sesama tahanan di Polres Mojokerto, kenapa pihaknya tidak melaporkan kejadian itu ke polisi?

BACA : Penjagaan Sepi, Dua Tahanan Lapas Tuban Melarikan Diri dengan Lompat Pagar

“Kalau memang waktu itu dia (AWP) dipukuli oleh tahanan lain, kenapa tidak lapor? Silahkan lapor saja,” ujar Budi.

Perlu diketahui, AWP pemuda asal Dusun Janti, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto itu dituduh telah menghamili UDS, warga Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto hingga hamil.

Namun pihak Polres Mojokerto melakukan penahanan terhadap AWP mulai tanggal 9 Juli 2015 sampai 31 Agustus 2015 lalu. kemudian, AWP dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IIB Mojokerto sampai akhinya dinyatakan bebas pasa tanggal 14 Januari 2016 lalu.

AWP mengaku, selama menjalani hukuman di Polres Mojokerto, ia mendapatkan pukulan. Baik yang dilakukan oleh sesama tahanan maupun oknum petugas. “Disiksa sesama tahanan maupun oknum petugas tanpa sebab yang pasti, tiba-tiba saja dipukul,” katanya.

BACA : Usai Buka Puasa, Bunga dan Teman Lelakinya Alami Penganiayaan Orang Tak Dikenal

Lanjutnya, ia dipanggil keluar sel tahanan kemudian dipukuli oleh oknum petugas. Menurutnya, hampir seluruh bagian badan kecuali di bagian otak, dipukul. Bahkan bagian kepala dan wajah juga masih mendapatkan pukulan. Padahal ia mengaku tidak pernah memperkosa korban hingga hamil.

Masih kata Kasat Reskrim, pihaknya kembali menandaskan bahwa pengakuan itu tidak benar. “Jangan bilang apabila, saya berani jamin seribu persen. Bukan seratus persen, seribu persen saya jamin penyidik saya tidak ada yang seperti itu,” pungkasnya. (khil/rep)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...