FaktualNews.co

Diduga Tak Berizin, Proyek Pipa Gas di Gresik Dihentikan Warga

Peristiwa     Dibaca : 844 kali Jurnalis:
Diduga Tak Berizin, Proyek Pipa Gas di Gresik Dihentikan Warga
Sejumlah warga tampak membentangkan poster sembari menuntut penghentian proyek pemasangan pipa gas. FaktualNews.co/Azharil Farich/

GRESIK, FaktualNews.co – Diduga lantaran tidak mengantongi izin alias bodong, proyek pemasangan pipa gas di sepanjang jalan Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas, mendadak dihentikan  oleh ratusan warga setempat. Mereka geram terhadap proyek pipanisasi milik Pertamina Gas ini karena dikerjakan secara asal-asalan.

Dalam aksi demo kali ini mereka terlihat membentangkan poster bertuliskan ‘Hentikan Proyek Pipanisasi Tak Berizin (Bodong) PT Pertagas Yang Mengganggu Aktifitas dan Merugikan Warga Kedanyang dan Sekitarnya’. Tak hanya menuntut penghentian proyek, warga juga meminta pengelola proyek mengembalikan fasum seperti semula.

“Kapasitas saya disini hanya memfasilitasi warga masyarakat yang telah dijanjikan pihak proyek, namun hingga kini belum juga terealisasi. Terkait aksi demo warga menuntut itu sah-sah saja dan memang itu faktanya,” kata Novan, perwakilan warga saat dikonfirmasi.

Sementara itu koordinator aksi, Nur Arifin menyampaikan, bilamana sebelumnya pihak proyek telah mensosialisasikan penanaman pipa gas akan ditanam di tepi jalan. Dalam kenyataannya pipa tersebut malah ditanam di tengah jalan. “Itupun dilakukan secara asal-asalan, dengan penutupnya menggunakan tanah galian. Tentunya sangat membahayakan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ditambah lagi, adanya penebangan pohon yang katanya akan diberi kompensasi ganti rugi ternyata hingga kini belum terbayarkan. Bahkan, ketika warga menanyakan tentang hal itu ujung-ujungnya malah saling lempar jawaban. “Lalu bagaimana kalau terus dibiarkan seperti ini,” paparnya.

Salah satu perwakilan pihak proyek pipanisasi, Muksin ketika dikonfirmasi belum bisa menjelaskan secara gamblang. Baik tentang pemasangan pipa yang diduga tidak sesuai aturan dan kompensasi warga. Dia menyebut, persoalan ini sudah cukup lama dan tumpang tindih karena kendala tehnis.

“Kami mengakui permasalahan ini memang agak lama. Dan nanti kita akan jelaskan semua. Dikarenakan disini kita hanya terima lahan, lahan kita kerjakan itu saja. Karena ini urusan teknis,” ucap Muksin.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...