FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Butuh Beli Baju Anak Lebaran, Pria Asal Sidoarjo Gasak Kotak Amal Musala

Kriminal     Dibaca : 936 kali Jurnalis:
Butuh Beli Baju Anak Lebaran, Pria Asal Sidoarjo Gasak Kotak Amal Musala
Pelaku pencurian kotak amal, Sukri (kiri), warga Dusun Kesamben, Desa Wunut, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo saat diamankan di Polsek Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (14/6/2017). FaktualNews.co/Khilmi S Jane/

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Sukri (38), warga Dusun Kesamben, Desa Wunut, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, benar-benar gelap mata. Dia nekat menggasak uang kotak amal musala sebesar Rp 482 ribu demi mencukupi kebutuhan lebaran.

Berkilah untuk membelikan baju anak untuk lebaran, bapak dua anak itu nekat mencuri kotak amal Musolla Roudotul Jannah, yang berada di Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Rabu (14/6/2017). Belum sempat kabur jauh, aksi itu terpergok dan sempat dimassa warga setempat.

Akibat ulahnya, tersangka dan barang bukti harus mendekam di balik sel tahanan Polsek Ngoro. “Saya butuh uang untuk beli baju lebaran anak saya,” ungkap Sukri di depan petugas.

Menurutnya, sudah dua pekan ini dia tidak memiliki uang lantaran selama bulan puasa ini ia yang menjadi kuli banguan di proyek sedang libur. Sedangkan, menjelang lebaran, kebutuhan masyarakat terus meningkat. “Makanya saya nekat mencuri kotak amal,” ucapnya.

Pencurian ini kali pertama di ketahui sekitar pukul 11.30 oleh Wagito, warga setempat. Saat itu, Wagito, hendak pulang lantaran sudah waktunya solat duhur. Namun, saat ditengah perjalanan, saat melintas di depan musola di desanya, mendadak ia malah terkejut karena melihat ada sepeda motor Honda Scoopy warna biru diparkir dalam kondisi kontak motor masih tertancap.

Karena khawatir ada hal yang tidak diinginkan, Wagito mencoba mengecek ke dalam musola. “Tapi saat mau masuk, malah saya kaget karena tiba-tiba ada pelaku lari dari dalam melalui pintu samping,” ungkap Wagito saat di Mapolsek Ngoro.

“Saya baru sadar kalau ia maling saat  melihat kotak amal kondisinya rusak.  Sebelumnya,  ya saya kira orang yang sedang salat saja,” imbuhnya.

Spontan saja, melihat pelaku hendak kabur menggunakan motor Honda Scoopy bernopol W 4940 WD, ia berusaha menangkap pelaku. sayangnya, usaha yang dilakukan Wagito itu malah membuat dirinya harus merintih kesakitan lantaran wajahnya dipukul oleh menggunakan martil oleh pelaku.

“Saat itu saya tarik motornya, dia (pelaku) jatuh. Mau saya tangkap, tapi dia mengeluarkan palu (martil) dari dalam bajunya dan memukul wajah saya,” tuturnya.

Ia pun mengaku panik dan teriak maling hingga akhirnya mengundang masyarakat sekitar datang. Aksi kejar-kejaran pun sempat tidak terhindarkan. Hasilnya, tepat di sebuah sungai yang ada di Dusun Gateng pelaku berhasil tertangkap warga.

Warga yang geram langsung akibat kelakuannya itu spontan menghakimi pelaku. Beruntungnya, emosi warga itu berhasil di redam oleh warga lain. Tak lama, anggota Unit Reskrim Polsek Ngoro datang ke lokasi. “Sempat dihakimi massa, tapi tidak terlalu parah,” ungkap Kanitreskrim Polsek Ngoro, AKP Iwan Setiawan.

Hasil dari pemeriksaan,  pelaku merupakan residivis yang kerap beraksi di beberapa wilayah, termasuk Mojokerto dan Sidoarjo. Bahkan, sebelumnya pada 2011 lalu, pelaku juga baru keluar penjara dengan kasus yang sama. “Pelaku ini Residivis, sempat dihukum 4 bulan usai beraksi di TKP Sidoarjo. Karena tidak kapok, sekarang mulai beraksi lagi,” katanya.

Untuk melancarkan aksinya, tidak berbeda dengan pelaku lain, dengan bermodalkan kubut dan tang,  pelaku merusak kotak amal untuk mengambil uang di dalamnya. Setelah berhasil, uang hasil kejahatannya di taruh di jok motor. “Yang kita amankan, yakni uang tunai Rp 482 ribu hasil kejahatannya,” jelas Iwan.

Editor
Saiful Arief