BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Dindik Jatim Dukung 5 Hari Sekolah, Muhadjir: Pro Kontra Karena Tidak Baca Aturan Secara Menyeluruh

Pendidikan   Dibaca : 373 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Dindik Jatim Dukung 5 Hari Sekolah, Muhadjir: Pro Kontra Karena Tidak Baca Aturan Secara Menyeluruh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy

SURABAYA, FaktualNews.co – Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman, mengungkapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI No 23 Tahun 2017 tentang lima hari sekolah sudah banyak dilakukan di Jawa Timur.

Jadi menurut Saiful, sekolah 5 hari cocok untuk siswa SMA dan SMK, karena pada dasarnya mereka setiap hari pulang sekolah jam 15.00 WIB.

“Sebenarnya tidak masalah untuk anak SMA atau SMK. Apalagikan anak SMK bisa menyesuaikan jam pulang kerja perusaah pukul 16.00 WIB,” jelasnya kepada media, Rabu (14/6/2017).

Apalagi di Jatim tidak banyak sekolah yang pararel. Apalagi madrasah diniyah termasuk pendidikan karakter. Kalau di wilayah kepulauan, sekolah SMA dan SMK juga menyesuaikan standarnya.

Baca Juga:  Kebijakan 5 Hari Masuk Sekolah Dinilai Mengganggu Psikologis Anak

“Tapi kalau tingkat SD dan SMP harus dipertimbangkan geografis, sarana prasarana dan aspek lainnya,” tegasnya.

Dari segi guru, menurutnya bisa menuntaskan kewajiban mengajar guru. Jadi guru tidak perlu menuntaskan jam belajar dengan menambah jam mengajar di sekolah lain.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy memastikan kebijakan lima hari sekolah dalam seminggu akan diterapkan mulai tahun ajaran 2017-2018.

Kebijakan tersebut, tuturnya merupakan bagian dari penerapan Program Penguatan Pendidikan Karakter (P3K). “Untuk program P3K itu, mulai tahun ajaran 2017-2018 akan ada perubahan-perubahan pengorganisasian pembelajaran. Antara lain guru wajib berada di sekolah 8 jam, tidak boleh kurang. Hari sekolahnya lima hari seminggu. Sabtu dan Minggu akan kami liburkan untuk hari keluarga dan hari wisata keluarga,” kata kepada media beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Mendikbud dan Menag Dijadwalkan Hadiri Deklarasi YP3I di Tebuireng

Kemudian guru yang sudah mendapat tunjangan profesi dengan syarat memenuhi jam mengajar tatap muka 24 jam per minggu, tidak boleh lagi memenuhi target syarat jam mengajarnya itu ke sekolah-sekolah lain. Cukup diisi di sekolah tempat mengajar tetapnya masing-masing.

Baca Juga:  Pro Kontra 8 Jam Belajar, Presiden Perintahkan Mendikbud Kaji Ulang

Terkait Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dirancang pemerintah menuai banyak kritik dan penolakan berbagai pihak. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan hal tersebut mungkin terjadi karena kurangnya pemahaman program secara menyeluruh.

“Ya mungkin karena informasi tidak lengkap. Karena kan peraturan pemerintah tentang beban kerja guru sebagai dasar untuk pemberlakuan 5 hari sekolah itu dari peraturan pemerintah yang nomor 19 tahun 2017 itu,” ungkap Muhadjir di Hotel Ciputra, Jakarta Barat, Selasa (13/6/2017) malam.

Halaman
1 2
Editor
Sumber
detik.com, tribun
KOMENTAR