Pilkada Jombang 2018 Paslon Nomor 1
Pilkada Jombang 2018 Paslon Nomor 2
Pilkada Jombang 2018 Paslon Nomor 3
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Warga Kediri Stop Pemasangan Box Pemancar Tower Seluler

Peristiwa     Dibaca : 597 kali Jurnalis:
Warga Kediri Stop Pemasangan Box Pemancar Tower Seluler
Warga menghentikan paksa pemasangan box pemancar di Kediri.FaktualNews/Kuswanto

KEDIRI, FaktualNews.co – Puluhan warga Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa di lokasi tower BTS (Base Transceiver Station) setempat. Mereka juga menghentikan pekerja yang tengah aktivitas perbaikan.

Ketua RT1 / RW 2 Dusun/Desa Badal Pandean, Toyib, menyatakan jika menara BTS milik PT Dian Swastika Santosa tersebut telah berdiri selama kurang lebih 10 tahun. Saat ini, izin pendirian menara tower tersebut sudah habis. Sehingga warga meminta pemasangan box pemacar dihentikan.

“Warga tahu masa kontrak dari izin tower ini sudah habis. Tetapi tanpa sepengetahuan masyarakat maupun pihak desa, malah ditambah box pemancar,” ungkap saat Toyib ditemui di lokasi, Rabu (14/6/2017).

Box pemancar yang dimaksud warga adalah milik salah satu provider seluler Telkomsel. Belakangan terungkat, pemasangan tersebut tanpa pemberitahuan kepada pemerintah desa dalam hal ini kepala dusun maupun aparatur desa lainnya.

Warga terpaksa menghentikan aktivitas pekerja dalam memasang kamar pemancar dengan maksud meminta kejelasan dari perusahaan. Apakah, masa kontrak yang telah berumur 10 tahun dan sudah paripurna tersebut berakhir ataukah diperpanjang.

“Dengan adanya pemasangan pihak telkomsel, apakah akan diperpanjang kotraknya atau tidak. Namun yang terjadi justru ada aktifitas tanpa memberitahu warga atau pemerintah desa,” imbuhnya.

Menurutnya, selama berdirinya tower, pemilik tanah atau pihak perusahaan disinyalir tidak pernah membayar pajak tanah. Oleh karena itu, warga meminta pemerintah turun tangan mengenai masalah ini.

Sementara itu, Kepala Dinas DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu) belum bisa dikonfirmasi mengenai masalah ini.

Editor
Z Arivin