FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Hindari Kemacetan di Saradan, Ruas Tol Madiun-Wilangan Jadi Jalur Alternatif

Nasional     Dibaca : 949 kali Jurnalis:
Hindari Kemacetan di Saradan, Ruas Tol Madiun-Wilangan Jadi Jalur Alternatif
Kemacetan terjadi di jalur utama Saradan, Madiun pada Lebaran 2016. (dok/Sindo)

MADIUN, FaktualNews.co – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Kurnia Aminulloh, menyatakan ruas tol Madiun-Wilangan disiapkan sebagai jalur alternatif bagi pemudik dari arah barat atau Madiun yang akan menuju ke wilayah timur.

“Jalur alternatif ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan di jalur utama Saradan, Madiun saat Lebaran 2017 mendatang,” kata dia kepada awak media, Minggu (18/6/2017).

Kurnia menuturkan, ruas tol Caruban hingga Wilangan sepanjang 18 kilometer ini sudah bisa digunakan pemudik dari arah barat. “Bagi pemudik yang melintasi ruas tol ini tidak dipungut biaya, karena masih belum selesai dan digunakan sebagai jalur alternatif,” jelasnya.

Untuk jam operasi jalur tol ruas Madiun-Wilangan ini mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. “Untuk malam hari tidak dibuka karena fasilitas dan penerangan di jalan tol masih sangat minim,” ujar Kurnia.

Namun, jika diperlukan dibuka malam hari, Pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola tol dan kepolisian.

Perlu diketahui jalan utama Saradan ruas Kaligunting hingga Wilangan memiliki panjang 26 kilometer, tetapi dengan jalan alternatif ini hanya sekitar 18 kilometer.

“Kalau menggunakan ruas Saradan memang agak lama, jaraknya lebih panjang dan juga terkena macet karena ada perlintasan kereta api. Tetapi dengan dibukanya tol itu jalurnya semakin pendek,” ungkap Kurnia.

Kurnia menyampaikan jalur tol ini hanya difungsikan searah yaitu dari arah barat ke timur. Sedangkan untuk kendaraan dari arah timur ke barat tetap menggunakan jalur Saradan. “Kami menghindari crossing. Kalau crossing kasihan yang dari arah Nganjuk,” tambahnya.

Ia memperkirakan puncak arus mudik Lebaran yang akan melintasi wilayah Madiun akan terjadi pada H-2 Lebaran hingga H+2 Lebaran. “Prediksi ini melihat kendaraan yang masuk ke Madiun pada periode yang sama Lebaran tahun lalu,” tukas Kurnia.

Tahun lalu dari 450.000 kendaraan yang masuk Madiun didominasi kendaraan roda dua mencapai 200.000 kendaraan. Sedangkan kendaraan roda empat mencapai 160.000. Sisanya kendaraan beroda lebih dari empat.

Kemacetan di ruas Saradan diprediksi terjadi pada sore hari. Hal ini karena sebagian pemudik berhenti di pinggir jalan untuk berbuka puasa.

 

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...