FaktualNews.co

Kendaraan Jenis Ini Dilarang Melintas Saat Mudik Lebaran

Peristiwa     Dibaca : 1192 kali Jurnalis:
Kendaraan Jenis Ini Dilarang Melintas Saat Mudik Lebaran
Foto : Ilustrasi

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Untuk meminimalisir terjadinya kemacetan di jalan raya ketika mudik Lebaran 2017, Direktur Jendral (Dirjen) Perhubungan Darat telah melayangkan aturan terkait larangan operasional terhadap kendaraan angkutan barang.

Hal tersebut dijelaskan Kasi Pengendalian dan Operasional UPT LLAJ Mojokerto Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim), Yoyok Kristyowahono saat dikonfirmasi FaktualNews.co.

Yoyok mengatakan, sesuai dengan peraturan Dirjen Perhubungan Darat nomor SK.2717/AJ.201/DRJD/2017 tertanggal 31 Mei 2017 lalu tentang Pengaturan Lalulintas dan Pengaturan Kendaraan Angkuta Barang pada Masa Angkutan Lebaran 2017 atau Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

“Ada pembatasan operasional bagi mobil angkutan barang. Itu berlaku mulai Minggu, (18/6/2017) atau H-7 lebaran. Akan berlaku per 00.00 WIB nanti,” kata Yoyok saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Minggu, (18/6/2017).

Batasan operasional bagi kendaraan tersebut berlaku hingga H+7 atau pada 3 Juli 3017 mendatang. Adapun kategori kendaraan angkutan yang dimaksud, yakni kendaraan angkutan barang yang Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kilogram dan mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih.

“Jadi mobil barang dengan kereta tempelan yang beratnya melebihi batas yang sudah ditentukan itu tidak boleh beroperasi saat H-7 hingga H+7 lebaran,” terangnya.

Sedangkan, untuk mobil barang yang beratnya tidak melebihi 14.000 kilogram masih boleh beroperasi. Namun, Yoyok menjelaskan, bukan berarti tidak ada pembatasan operasional terhadap mobil barang dengan JBI kurang dari JBI yang telah ditetapkan.

“Walaupun mobil barang dengan kereta tempel, tapi beratnya kurang dari JBI yang ditetapkan tersebut masih boleh jalan. Namun, mobil kategori ini juga dilarang jalan mulai H-4 pada 21 Juni 2017 hingga H+3 pada 29 Juni 2017 mendatang per 00.00 WIB,” paparnya.

Yoyok menjelaskan, pembatasan operasional bagi kendaraan angkutan barang tersebut memiliki sejumlah pengecualian bagi sejumlah kendaraan barang. Adapun kendaraan barang yang masuk daftar pengecualian, yakni kendaraan pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG).

Pengecualian juga berlaku bagi kendaraan pengangkut ternak, hantaran pos, bahan pokok, serat kendaraan yang diberi tanda khusus untuk mengangkut sepeda motor peserta mudik gratis.

“Sesuai hasil koordinasi, khusus untuk kendaraan pengangkut barang impor atau ekspor baik menuju dan dari pelabuhan untuk memenuhi jadwal pelayaran internasional, harus kami bantu untuk menerbitkan surat dispensasi,” pungkasnya.

Editor
Z Arivin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...