FaktualNews.co

Legenda Goa Ngerit, Demang Tanggar Terpikat Alunan Tembang ( Bagian I)

Wisata     Dibaca : 2604 kali Penulis:
Legenda Goa Ngerit, Demang Tanggar Terpikat Alunan Tembang ( Bagian I)
Pengunjung berada di goa Ngerit di perbatasan antara Desa Senden, Kecamatan Kampak dengan Desa Pakel, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. FaktualNews.co/Jaohar Satya Wibawa/

TRENGGAEK, FaktualNews.co – Goa Ngerit merupakan kompleks wisata alam dengan pusat perhatian pada bebatuan. Wisata ini berada di Desa Senden, Kecamatan Kampak yang berjarak 30 KM dari pusat Kota Trenggalek atau sekitar satu jam perjalanan. Akses menuju Gua Ngerit dapat dilalui wisatawan menggunakan kendaraan beroda dua maupun empat.

Meskipun jalannya menanjak dan agak curam, wisatawan tidak akan merasa merugi akibat sepanjang perjalalanan terasa sangat istimewa. Wisatawan akan disuguhi panorama pemandangan dari punggungan bukit. Dimana disekitar perjalanan tumbuhan berjajar rapi nan rapat dengan balutan semilir angin yang menyejukkan.

goa ngerit-2

Pengunjung berada di goa Ngerit di perbatasan antara Desa Senden, Kecamatan Kampak dengan Desa Pakel, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. FaktualNews.co/Jaohar Satya Wibawa/

Lokasi goa ngerit tepat berada di pinggir jalan raya sehingga lahan parkir cukup terbatas. Namun wisatawan tak perlu khawatir karena kedua lahan parkir cukup luas. Dan kedua lokasi parkir tepat di depan goa sehingga wisatawan tak perlu jalan terlalu jauh. Tentu wisatawan bakal takjub tatkala telah mendekati area goa melalui area parkir ini.

Silahkan membuktikan sendiri keindahan wisata alam yang satu ini. Selain menyejukkan mata ternyata gua ngerit sarat dengan sejarah. Terkisah di gua ngerit terdapat putri yang sangat cantik, kami akan mengulasnya secara serial bersambung.

Konon terkisah di Desa Pakel Kecamatan Watulimo, berdiam seorang Demang yang bernama Tangar. Demang Tangar masih keturunan bangsawan dari Mbayat daerah Kabupaten Banten Jawa Barat. Sang Demang sendiri merupakan pelarian pacitan yang hendak menyebarkan ajaran agama Islam.

Pada suatu malam saat Sang Demang hendak mencari kayu ke hutan guna keinginannya membangun Masjid. Ki Demang dikejutkan dengan suara merdu yang diketahuinya berupa barisan tembang. Takjubnya semakin menjadi-jadi ketika diketahuinya berasal dari seorang wanita. Dinikmatinya lantunan suara tersebut sampai tiba-tiba ada suara gaduh dari beberapa orang yang bermain lesung. (Bersambung)

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul