FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Jalan-jalan ke Wilayah Jawa Timur? Jangan Lewatkan untuk Mencoba Kuliner Ini

Kuliner     Dibaca : 1004 kali Jurnalis:
Jalan-jalan ke Wilayah Jawa Timur? Jangan Lewatkan untuk Mencoba Kuliner Ini
Rujak Soto. (http://junantoherdiawan.com)

FaktualNews.co – Jawa Timur menyuguhkan beragam kuliner yang bisa dicoba. Beragam kuliner itu memiliki keunikan nama, porsi, hingga cita rasa. Berikut adalah 5 kuliner unik yang tersebar di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Rawon Setan. (Foto: syifanajla04-smkdewantara.blogspot.com)

1. Rawon setan

Namanya cukup membuat bulu bergidik ngeri, setan. Konon asal nama tersebut berawal dari jam buka warung yang terletak di Jl.Embong Malang ini yang cukup larut yaitu mulai pukul 22.00. Sehingga nama setan disematkan pada nama rawon tersebut. Namun kini rawon setan buka sejak pagi, yaitu mulai pukul 08.00 dan lokasinya juga cukup strategis berdekatan dengan Tunjungan Plaza berseberangan dengan Hotel JW.Marriot.

Rawon Setan bisa disajikan dalam dua bentuk, nasi dipisah dengan kuah atau langsung dicampur. Harganya Rp 34.000 untuk nasi yang dipisah dengan kuah dan Rp 31.000 untuk nasi yang dicampur dengan kuah.

Soal rasa, kuah hitam khas rawon yang terdiri dari bumbu rempah dan kluwak ditambah dengan irisan daging sapi tersebut cukup nikmat untuk disantap. Bagi Anda yang suka dengan rasa pedas tambahan sambal akan menjadikan hidangan rawon setan terasa makin lengkap.

2. Nasi Goreng Jancuk

Kata “Jancuk” yang dianggap kasar oleh sebagian orang digunakan oleh Chef Eko untuk menamai nasi goreng ciptaannya. Berawal dari keisengan membuat resep masakan untuk teman-temannya Chef Eko memasukkan cabe rawit dalam jumlah yang tidak wajar dan berakhir dengan respon teman-temannya yang berujar,”Jancuk! pedese caak!” Sehingga sejak saat itu nama Jancuk digunakan setelah nama Nasi Goreng.

Nasi Goreng Jancuk. (http://kuliner.sbo.co.id)

Tidak hanya sejarah nasi goreng ini yang begitu unik namun sajiannya pun diluar batas kewajaran. Satu porsi Nasi Goreng Jancuk dapat dimakan oleh 4 hingga 6 orang. Nasi goreng ini dihidangkan dengan irisan telur dadar, acar, bawang goreng serta krupuk udang di atas penggorengan. Harganya untuk paket Nasi Goreng Jancuk + 1 pitcher es teh adalah 150.000.

Nasi Goreng Jancuk berlokasi di Restoran Kartini, Surabaya Plaza Hotel, Jl.Pemuda 33-37 Surabaya.

3. Rujak Soto
“Belum lengkap rasanya ke Banyuwangi kalau belum menyicipi Rujak Soto.” Seperti itulah ungkapan yang beredar luas di kalangan pecinta kuliner.

Rujak Soto. (http://junantoherdiawan.com)

Rujak Soto merupakan perpaduan antara rujak sayur dengan soto, bisa soto daging atau soto babat. Biasanya rujak disajikan terlebih dahulu kemudian disiram dengan kuah soto. Rujak tersebut terdiri dari campuran sayur mayur dengan bumbu kacang serta petis. Pisang klutuk yang ada di rujak memberikan rasa khas di Rujak Soto.

Perpaduan antara bumbu kacang dan kuah soto menghasilkan sensasi rasa unik yaitu gurih dan bertekstur. Sangat nikmat, apalagi setelahnya meminum segelas Es Temulawak.

Harga dari Rujak Soto ini bervariasi mulai dari Rp 10.000 – Rp 15.000 di Kedai Losari dan Kedai Mbak Atun di Desa Sukowidi, Kecamatan Kalipuro.

4. Wedang Cemue, Ngawi

Minuman yang berasal dari Ngawi ini tergolong unik karena bahan – bahan yang dipakai untuk meraciknya. Misalnya saja santan, gula tebu, kacang, roti tawar, dan jahe. Perpaduan bahan – bahan yang digunakan tersebut menghasilkan rasa gurih yang berasal dari santan, manis dari gula tebu, hangat dan pedas dari jahe, renyahnya kacang kelinci hingga menghasilkan suara “kriuk..kriuk” serta empuknya roti tawar. Topping yang digunakan pun juga unik yaitu menggunakan irisan bawang goreng dan daun pandan.

Sajian Wedang Cemue ini paling pas dinikmati saat malam hari ditemani dengan gorengan hangat yang berguna untuk menghangatkan tubuh.

Wedang Cemue. (http://kampoengngawi.com)

5. Es Pleret, Blitar

Di sekitar Alun – Alun Blitar terdapat beberapa orang yang menjual minuman khas yang hanya ditemui di kota ini, yaitu Es Pleret. Konon nama Pleret diambil dari sesepuh Kota Blitar yang bernama Kyai Pleret.

Es Pleret. (http://indoloka.com)

Sekilas minuman ini mirip dengan dawet, namun yang membedakan adalah adanya Pleret itu sendiri yaitu berbentuk kubus namun tidak terlalu simetris bahkan ada yang berbentuk bola. Pleret terbuat dari tepung yang rasanya gurih dan terisi gula di dalamnya. Biasanya Es Pleret ini disajikan dengan dawet atau potongan serabi.

Harganya cukup murah yaitu sekitar Rp 2.000 hingga Rp 2.500 saja.

Editor
Muhammad Syafi'i
Sumber
goodnewsfromindonesia.id

YUK BACA

Loading...