FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Penemuan Tas Berisi Uang di Terminal Bojonegoro, Pemilik: Untuk Bayar Kuliah

Peristiwa     Dibaca : 511 kali Jurnalis:
Penemuan Tas Berisi Uang di Terminal Bojonegoro, Pemilik: Untuk Bayar Kuliah
Pemilik tas berisi uang, Ruth Firstin Winanti Bale (kiri) saat mengambil tas miliknya yang tertinggal di terminal Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (30/6/2017). FaktualNews.co/Istimewa/

BOJONEGORO, FaktualNews.co – Pemilik tas berisi uang tunai, Ruth Firstin Winanti Bale (23), mengaku uang sebesar Rp 11.400.000 yang tetinggal di terminal Rajekwesi Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (29/6/2017), itu rencananya akan digunakan untuk membayar biaya kuliah.

“Uang ini buat bayar kuliah, karena nunggak biaya makanya saya baya uang sebanyak ini,” tutur gadis yang akrab disapa Ruth usai mengambil uang miliknya, Jumat (30/6/2017).

Menurut mahasiswi Petra Surabaya ini, uang di dalam tas hitam tersebut dibawanya bersama makanan dan helm. Ketiga barang bawaan tersebut oleh kondektur bus diminta untuk ditempatkan di bagasi kendaraan.

“Naik bus dari Bojonegoro ke Bungurasih, tas ini sudah saya pegang. Tapi kernet minta agar ditaruh di bagasi dan saya agar mengambil uang 25 ribu untuk bayar perjalanan bus saja,” ungkapnya.

Ruth tampak lega ketika mengambil uang miliknya tersebut, namun sebelum uang kembali diserahkan, gadis kelahiran Kabupaten Halmahera Utara harus menunggu keluarga dan Kades maupun Babinkamtibmas Desa Jatiblimbing Kecamatan Dander, tempat tinggalnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah tas hitam berisi uang Rp 12 juta beserta peralatan rias dan pakaian, ditemukan petugas di terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (29/6/2017).

Didalam tas tersebut tidak ditemukan identitas si pemilik, sehingga saat ini tas dan isinya diamankan di posko terminal setempat.

“Kami temukan tas berisi uang tunai Rp 12 juta dan alat rias dan pakaian, mungkin milik pemudik yang tertinggal. Saat ini sudah kami amankan di posko,” kata koordinator terminal tipe A Rajekwesi Bojonegoro, Sentot Sugeng Waluyo.

Editor
Saiful Arief