FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pasca Balita Diterkam Monyet, Pemkot Blitar Akan Tambah Pagar Pembatas Setinggi 1 Meter

Peristiwa     Dibaca : 542 kali Jurnalis:
Pasca Balita Diterkam Monyet, Pemkot Blitar Akan Tambah Pagar Pembatas Setinggi 1 Meter
Kandang monyet di Kebon Rojo Kota Blitar, Jawa Timur. FaktualNews.co/Istimewa/

BLITAR, FaktualNews.co – Wali Kota Blitar, M Samanhudi Anwar, menegaskan Pemkot Blitar akan membantu biaya pengobatan balita yang diterkam kera siamang di taman Kebon Rojo. Selain itu Pemkot juga akan menambah pagar pembatas supaya pengunjung tidak mendekat ke kandang kera.

Hal ini disampaikan Wali Kota Blitar, sai melihat lokasi, Minggu (2/7/2017). “Saya sudah perintahkan kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk mendatangi rumah korban, untuk membantu biaya pengobatan,” ujarnya.

Selain itu, Samanhudi mengatakan pasca peristiwa ini Pemkot Blitar akan menambah pengamanan di lokasi kandang dengan menambah pagar pembatas yang memisahkan pengunjung dengan kandang. Pagar pembatas dibuat setinggi satu meter.

“Sebenarnya kandang yang sekarang sudah memenuhi standar. Tapi tetap saja ada pengunjung yang tidak memperhatikan papan larangan mendekat,” tegas Wali Kota Blitar.

Dikatakannya, kejadian pengunjung terluka diserang binatang di Kebonrojo baru pertama kali terjadi. Padahal, taman rekreasi itu dibuka untuk umum sudah tujuh tahun ini.

“Setelah kejadian kemarin Pemkot juga sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), selaku pemilik binatang tersebut,” tambah Samanhudi.

Dari hasil pemeriksaan petugas BKSDA, awalnya menduga kera tersebut dalam kondisi stres. Tetapi, setelah dicek, ternyata kondisi kera masih normal.

Ada tiga kera siamang di dalam kandang. Menurutnya, peristiwa itu terjadi karena keteledoran orangtua korban. Orangtua korban tidak memperhatikan papan larangan mendekat kandang yang terpasang di lokasi.

“Petugas BKSDA sudah datang ke sini mengecek kondisi kera dan ternyata normal. Kalau kondisinya stres, rencananya BKSDA akan membawa kera untuk dikarantina dulu,” tukasnya.

 

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...