FaktualNews.co

Diserang Hama, Puluhan Hektar Lahan di Mojokerto Terancam Gagal Panen

Peristiwa     Dibaca : 924 kali Penulis:
Diserang Hama, Puluhan Hektar Lahan di Mojokerto Terancam Gagal Panen
Petani di Desa Medali, menunjukan tanaman padinya yang terkena serangan hama wereng.FaktualNews/Prass

MOJOKERTO, FaktualNews – Hama wereng menyerang sebagian tanaman padi di wilayah Mojokerto, Jawa Timur. Akibatnya, puluhan hektare sawah terancam gagal panen. Sementara banyak petani yang merugi karena hasil panen menurun.

Sa’roni (63), salah satu petani Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, mengatakan, serangan hama wereng hampir merata di lahan milik warga. Di Desa Medali, sekarang ini sudah 50 persen tanaman padi terserang wereng.

“Dari sekitar 147 hektar tanaman padi disini, sudah sekitar 50 persen tanaman padi yang sudah teraerang wereng,” kata Sa’roni, Sabtu (7/7/2017).

Hama wereng ini menyerang tanaman padi dalam hitungan jam saja. Tanaman padi yang terserang tidak lama mati dan mengering.

“Wereng menyerang tanaman yang baru berumur sekitar 60 hari (2 bulan), saat tanaman belum mengeluarkan buliran padi. Kalaupun tanaman sudah mulai ada buliran padi, tidak ada isinya dan tidak bisa jadi gabah,” jelas Sa’roni.

Akibat serangan dipastikan para petani gagal panen dan merugi. Sebab biaya bibit dan operasional tidak sebanding dengan hasilnya.

“Untuk biaya bibit dan operasional per hektar bisa sampai Rp 8 juta, kalau tanaman padi dan hasilnya bagus bisa menghasilkan 6 – 6,5 ton gabah, senilai sekitar Rp 18 juta. Tapi kalu sudah diserang hama wereng, hasilnya bisa menurun sampai 2 ton, dan itu tidak bisa menutupi biaya operasional,” terang Sa’roni.

Para petani sudah berupaya melakukan penanggulangan dengan cara menyemprotkan obat. Namun hasilnya tidak bisa maksimal karena serangan hama wereng dalam hitungan jam.

“Para petani sudah melakukan penyemprotan, tapi serangan wereng sangat cepat. Satu petak tanaman padi seluar 100 meter persegi, bisa mati diserang wereng tidak sampai dua minggu,” tambah Sa’roni.

Para petani mengeluh karena belum ada upaya dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian. Padahal sudah beberpa kali mengadu ke Petugas Penyuluh Lapangan dan Perugas yang menangani hama pertanian Dinas Pertanian, namun belum ada tindakan.

“Kami melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) sudah mengadu ke Dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada rindakan dan upaya penanggulangan,” ucap Sa’roni.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin