FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Main Musik dengan Keyboard Curian, Lelaki Asal Surabaya ini Dijemput Polisi

Kriminal     Dibaca : 369 kali Jurnalis:
Main Musik dengan Keyboard Curian, Lelaki Asal Surabaya ini Dijemput Polisi
Pelaku pencurian sebuah alat musik di sebuah rumah kos di wilayah Surabaya. (Istimewa)

SURABAYA, FaktualNews.co – Pelaku pencurian sebuah alat musik di sebuah rumah kos di wilayah Surabaya berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya Jawa Timur.

Kanitreskrim Polsek Tenggilis Surabaya, AKP Puguh Suhardhono mengungkapkan, pelaku berinisial HR (37) tersebut diringkus Polisi saat dirinya sedang nongkrong bersama teman-temannya di sebuah warung kopi di kawasan Dukuh Kupang Surabaya.

Kasus pencurian yang dilakukan HR, terjadi pada Desember 2016. Ketika itu dia bersama temannya berinisial IS tersesat di rumah kos Jalan Tenggilis Lama III, Surabaya.

Berdasarkan kronologi kejadian, begitu tersesat di kawasan rumah kos, HR berpura-pura menjadi tamu dan dengan santainya masuk ke dalam rumah tersebut.

Saat dia masuk kedalam, HR menyuruh IS menunggu di luar rumah. HR, selanjutnya beraksi di dalam rumah mencari kamar yang ditinggal oleh penghuninya.

Usahanya tidak sia-sia, dia mendapati kamar kosong yang dihuni oleh Fendi Muda. “Kebetulan saat itu di dalam kamar terdapat keyboard merk Yamaha senilai Rp 9,6 juta,” ujar AKP Puguh Suhardhono.

Tersangka HR, selanjutnya mengambil dan membawa keyboard itu keluar rumah. Diluar, dirinya sudah ditunggu IS dan berikutnya dengan temannya tersebut, HR pergi meninggalkan lokasi.

Setelah sempat kesulitan melacak pelaku, Polisi akhirnya berhasil mengamankan HR. Tertangkapnya HR, sebab dia menggunakan Keyboard hasil curiannya untuk bermain musik. “Keyboard tersebut tidak dijual oleh pelaku. Dia memainkannya sendiri,” lanjut AKP Puguh.

Akibat perbuatannya, hingga Kamis, 13 Juli 2017 ini, tak bisa lagi bermain musik. Dia dijebloskan ke penjara Mapolsek Tenggilis Mejoyo dan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Editor
Muhammad Syafi'i