FaktualNews.co

Radikalisme Menjamur, Ketum PBNU: Ormas yang Menyimpang Harus Segera Dibubarkan

Nasional     Dibaca : 974 kali Penulis:
Radikalisme Menjamur, Ketum PBNU: Ormas yang Menyimpang Harus Segera Dibubarkan
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj (tengah) saat hadir dalam acara peresmian lembaga pendidikan islam As-Syarif di Mojokerto, Jumat (14/7/2017). FaktualNews.co/Khilmi S Jane/

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Menjamurnya faham radikalisme kini kian menjamur di Indonesia, mulai banyaknya masyarakat anti Pancasila juga membuat sejumlah ulama prihatin. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj saat hadir dalam acara peresmian lembaga pendidikan islam As-Syarif di Mojokerto, Jumat (14/7/2017).

Said mengatakan, organisasi masyarakat (ormas) yang terindikasi menyimpang dalam memberikan ajaran harus segera dibubarkan. “Dari awal saya mendorong agar ormas-ormas yang anti Pancasila dan yang mengesampingkan itu harus segera dibubarkan. Sebnarnya sudah tidak pantas lagi Pancasila diperdepatkan sekarang, sekarang tinggal bagaimana itu (Pancasila) diamalkan,” tuturnya.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Said prihatin melihat kondisi NKRI saat ini yang mulai banyak bermunculan orang-orang dengan faham radikalisme. Ia mengatakan saat ini, masyarakat yang anti Pancasila sudah banyak, selain itu, simpatisan isis juga sudah banyak. “Demi menjaga NKRI, demi menjaga kebhinekaan, demi menghormati leluhur kita yang telah susah payah memerjuangkan merebut kemerdekaan negara ini,” ujarnya.

“Para nasionalis, ulama, budayawan tokoh masyarakat agar menjadi satu. Negara sudah merdeka ini, negara ini sudah berdasarkan Pancasila, mari kita bersama-sama mengisi kemerdekaan ini dengan hal positif,” tandasnya.

Masih kata Said, selama ormas itu misinya untuk membangun kekuatan bangsa dan menyatukan kekuatan rakyat, ormas tersebut tidak akan dibubarkan.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...