FaktualNews.co

Perangi Peredaran Narkoba, Polisi di Jombang Blusukan ke Pesantren

Pendidikan     Dibaca : 702 kali Jurnalis:
Perangi Peredaran Narkoba, Polisi di Jombang Blusukan ke Pesantren
Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Hasran, saat sosialisasi bahaya narkoba. (FaktualNews/Syarif Abdurrahman)

JOMBANG, FaktualNews.co – Jajaran Kepolisian Resort Jombang Jawa Timur, blusukan ke Madrasah Aliyah di salah satu Pondok Pesantren. Blusukan pada Sabtu, 15 Juli 2017 pagi tersebut dilakukan untuk mensosialisasikan bahaya narkoba ke generasi muda.

Penyuluhan bahaya Narkoba dibentuk dalam program Pengenalan Lingkungan Madrasah (PLM) dengan tema “Perang melawan narkoba, narkoba harus hilang dari Jombang”. Acara ini diikuti sekitar 275 orang peserta didik.

Berbagai kegiatan dilibatkan dalam acara ini, termasuk pidana yang akan dijerat ke pengedar dan pemakai narkoba. “Pada awalnya kita jelaskan gambaran umum terkait narkoba lalu masuk ke pengertian dan jenis narkoba,” kata Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Hasran.

“Dilanjutkan berbagai faktor pendorong individu untuk menggunakan narkoba,” beber AKP Hasran menjelaskan.

Menurut Hasran, narkoba menjadi musuh utama negara pada masa presiden Jokowi. Narkoba dapat merusak para pemakainya. Parahnya, generasi muda menjadi sasaran utama para bandar narkoba.

Setiap tahun, tambahnya, pemakai barang haram ini semakin banyak di Indonesia. Faktor pendorong seorang untuk menggunakan narkoba memang banyak. Seperti ingin mencoba hal baru, gengsi, menghilangkan stres, pusing, dipaksa teman dan faktor ketersedian barang itu sendiri.

“Tadi acaranya kita mulai pukul 07.00, didampingi Wakasek bidang kesiswaan Ustaz H. Ainur Rofiq,” ujar AKP Hasran.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, H. Ainur Rofiq, mengaku mengundang secara khusus pihak Kepolisian untuk datang ke sekolahnya dan menjelaskan bahaya serta jenis-jenis narkoba yang sering ditangkap oleh petugas.

“Kegiatan ini sebagai tanggung jawab Pendidik/Guru kepada generasi muda. Semoga anggota Polisi bisa mampir kesini lagi,” bebernya.

Editor
Muhammad Syafi'i
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...