Birokrasi

Surat Audiensi Tak Direspon, Bupati Lira Sumenep ‘Ngamuk’

SUMENEP, FaktualNews.co – Sejumlah aktivis Lumbung Informasi Rakyat (Lira) wilayah Sumenep, Madura, Jawa Timur, ‘Ngamuk’ di kantor Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Peternakan setempat karena surat audiensi yang dilayangkan lembaganya diabaikan.

Bupati Lira Sumenep, Hariyono bersama jajaran anggotanya datang ke Dinas Peternakan untuk menyampaikan temuan di masyarakat terkait dugaan pungutan liat (Pungli) dan adanya program yang disinyalir fiktif.

“Kita ingin menyampaikan adanya laporan masyarakat terkait dugaan pungli calon peserta wirausaha muda tahun 2016 dan indikasi program bantuan sapi fiktif,” tegas Iyon sapaan akrab Hariyono, Rabu (19/7/2017).

Tak pelak, kantor Dinas setempat mendadak ramai, bahkan sempat terjadi cekcok mulut dengan beberapa pegawai karena surat audiensi yang dilayangkan Lira terkesan diabaikan.

“Kita sudah 5 hari lalu melayanglan surat resmi audiensi, namun tidak ada tanggapan,” kata mantan Presma Unira ini dihadapan awak media.

Bahkan, diakuinya dalam surat audiensi, dijadwalkan hari ini, Rabu (19/7) pukul 09:30 Wib. “Namun hingga pukul 10:30 Wib pak Kadis belum bisa ditemui, padahal diruangannya ada. bilangnya sibuk,” imbuhnya dengan nada kesal.

Karena dianggap tidak adanya iktikat baik dari pihak Dinas setempat, akhirnya sejumlah aktivis berseragam merah putih itu harus membubarkan diri.

“Karena tidak ada niat baik dari sini (Kepala Dinas) kita bubar, jangan salahkan kami jika beberapa hari kedepan kembali lagi dengan cara demo,” tandasnya.

Saat hendak dikonfirmasi, Kepala Dinas Ketapang dan Peternakan, Edy Sutrisno belum bisa ditemui awak media.

Bahkan hingga berita ini diturunkan, awak media masih standbye di depan kantor setempat.