FaktualNews.co

Berwarna Kuning dan Penuh Bekatul, Kades di Jombang Kembali Tolak Rastra

Peristiwa     Dibaca : 1402 kali Penulis:
Berwarna Kuning dan Penuh Bekatul, Kades di Jombang Kembali Tolak Rastra
Kondisi Rastra yang disalurkan Perum Bulog Sub Divre II Surabaya Selatan di Desa Ketapang Kuning, Ngusikan, Jombang. (FaktualNews/Ahmad Syamsul A)

JOMBANG, FaktualNews.co – Beras pra-sejahtera (Rastra) yang disalurkan Perum Bulog Sub Divre II Surabaya Selatan di Mojokerto, ditolak aparatur Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sebab, kualitas beras yang dibagikan untuk warga miskin ini, tak laik konsumsi.

Kepala Desa Ketapang, Nur Wahid mengatakan, kondisi beras yang disalurkan Perum Bulog Sub Divre II Surabaya Selatan jauh dari kata laik konsumsi. Bagaimana tidak, selain berwarna kuning, kondisi beras juga hancur dan penuh dedak.

“Kondisinya sangat parah. Ayam saja tidak mau makan kalau kualitasnya seperti itu. Maka itu tadi langsung saya minta untuk tidak dibagikan kepada warga,” ungkap Nur Wahid, kepada FaktualNews.co, Jumat (21/7/2017).

Nur Wahid menuturkan, desanya menerima 1 truk beras rastra yang kondisinya sangat memperihatinkan. Rencananya beras tersebut akan dibagikan kepada 337 warga penerima manfaat di desanya. Namun, setelah dilakukan pengecekan, pihaknya langsung menolak rastra yang disalurkan Perum Bulog Sub Divre II Surabaya Selatan itu.

“Tapi setelah tadi awalnya dilapori pak Carik, kalau kondisinya rastra yang datang tidak laik. Saya langsung datang ke Balai Desa. Seketika itu langsung saya stop agar tidak dibagikan. Saya juga sudah memberitahu warga kalau kondisinya sangat buruk sehingga warga juga menolak,” imbuhnya.

Nur Wahid pun menyatakan sudah mengembalikan beras tak laik tersebut kepada Perum Bulog Sub Divre II Surabaya Selatan. Pihaknya meminta, agar ratsra yang disalurkan diganti dengan beras yang kualitasnya lebih baik.

“Minimal laik dimakan manusia lah. Masak manusia diminta mengkonsumsi beras yang kondisinya buruk seperti itu. Lha ayam saja tidak mau, apalagi warga saya. Saya minta Perum Bulog Sub Divre II Surabaya Selatan segera mengganti beras tersebut,” tegasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin