FaktualNews.co

Gudang Tempat Pengoplosan Beras di Mojokerto Digerebek, Amankan 100 Ton Beras Oplosan

Peristiwa     Dibaca : 906 kali Jurnalis:
Gudang Tempat Pengoplosan Beras di Mojokerto Digerebek, Amankan 100 Ton Beras Oplosan
Petugas saat menggerebek gudang pengoplosan beras di Pungging, Mojokerto.FaktualNews/Khilmi S Jane

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Satgas Pangan Polres Mojokerto menggrebek gudang beras yang diduga kuat dijadikan tempat pengoplosan beras tak laik konsumsi di kawasan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa, (25/7/2017).

Sebelum menggerebek gudang tersebut, petugas terlebih dahulu mendatangi toko yang menjual beras di kawasan Pasar Sawahan Mojosari. Di toko yang diberi nama Toko Perdana itu, petugas menemukan beberapa beras yang dikemas karung dengan logo Bulog dengan berat 15 kilogram.

Sedikitnya empat karung beras dengan logo bulog kemasan 15 kilogram diamankan petugas. Usai dari Toko Perdana, tim Satgas Pangan Polres Mojokerto bersama Disperindag Kabupaten Mojokerto mendatangi sebuah gudang beras yang berada di Jalan Diponegoro, Dusun Adisono, Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Di gudang tersebut, ditemukan ratusan karung beras berbagai merek yang terindikasi hendak dioplos oleh pemilik gudang. Diperkirakan, ratusan karung beras tersebut seluruhnya berjumlah hingga 100 ton.

Dari ratusan karung beras yang ditemukan di gudang yang sudah dijadikan tempat pengoplosan beras selama kurang lebih 1 tahun itu, petugas telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah beras yang sudah dikeluarkan dari karungnya. Petugas menemukan sedikitnya dua hingga tiga ton beras yang tak laik konsumsi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pasar Raya Mojosari Disperindag Kabupaten Mojokerto, Samsul Hadi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di gudang beras milik pengusaha berinisal K.

“Saat kami cek, banyak beras yang dicampur dengan beras rusak. Kalau dioplos seperti ini kan harganya jadi tambah mahal. Yang dioplos kebanyakan beras jenis IR 64,” ujarnya.

Samsul menjelaskan, saat ini harga beras jenis IR 64 di pasaran sekitar Rp 8 ribu hingga Rp 9 ribu. “Kalau dioplos seperti ini, harga jualnya sampai Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu,” imbuhnya.

Pihaknya juga menemukan beras ketan broken yang akan dioplos dengan beras biasa. Menurut Samsul, alasannya dicampur dengan beras ketan untuk mengelabuhi konsumen terkait rasa beras saat dimasak.

“Beras mahal itu dinilai dari rasanya, kalau punel ya harganya mahal. Makanya dioplos dengan beras ketan agar rasanya punel saat dimasak,” tuturnya.

Hingga saat ini, Disperindag masih berkoordinasi terkait pelanggaran yang telah dilakukan pengusaha berinisial K ini. “Kami akan koordinasi dengan pimpinan. Tapi kalau pengoplosan itu kan sudah merugikan konsumen,” pungkasnya.

Editor
Z Arivin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...