FaktualNews.co

Pungli Bantuan Poktan, Kepala UPT Pertanian Lamongan Dijebloskan Tahanan

Hukum     Dibaca : 1686 kali Penulis:
Pungli Bantuan Poktan, Kepala UPT Pertanian Lamongan Dijebloskan Tahanan
Kepala UPT Dinas Pertanian Pemkab Lamongan saat ditahan di Kejari Lamongan.FaktualNews/Istimewa

LAMONGAN, FaktualNews.co – Sujarwo, Kepala UPT Dinas Pertanian dan Perkebunan Kecamatan Maduran, Pemkab Lamongan, Jawa Timur, akhirnya di jebloskan sel tahanan, Selasa (25/7/2017). Setelah selama tujuh bulan ia menyandang status tersangka dugaan korupsi usai terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Sekitar pukul 10.00 WIB, Sujarwo diserahkan dua penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Lamongan ke Kejari Lamongan. Begitu dilimpahkan, Sujarwo langsung di jebloskan penyidik Kejari ke Lapas kelas II B Lamongan.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Alhamdulillah sudah beres dan sekarang menjadi wewenang Kejaksaan Negeri Lamongan untuk proses hukum selanjutnya,” kata Brigadir Yusuf didampingi Kasubag Humas Polres Lamongan, AKP Suwarta, Selasa (25/7/2017).

Sementara itu, Sujarwo hanya melempar senyum saat digelandang ke mobil Tahanan Tipikor menuju Lapas. Ia tidak menjawab apapun saat diberondong pertanyaan wartawan.

Tersangka terjaring OTT oleh polisi pada Jumat (6/1/2017). KUPT ini ditangkap di kantornya Maduran setelah menerima uang dari Kelompok Tani Maju Makmur II Kecamatan Maduran.

Uang yang diminta Sujarwo itu sebagai kompensasi kelompok tani yang mendapatkan bantuan alat pertanian 2016. Dari alat pertanian sebanyak 4 unit diantaranya berupa, pompa disel 2 unit, 1 traktor dan 1 unit combi ditarik pungutan Rp 11, 5 juta.

Sejak ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, Sujarwo tidak ditahan oleh penyidik. Nahas benar nasib Sujarwo, saat kini menjadi tahanan Kejari, Sujarwo sebenarnya memasuki masa pensiun. Dan SK pensiun Sujarwo baru saja turun dan masih belum di tangan tersangka.

Itu berarti Sujarwo masih bisa menikmati gaji pensiun. Meski diakhir pengabdiannya harus dilami dengan perjalanan yang sangat buram.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...