BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Polemik Pendirian Tower BTS di Kwijenen Jombang, Ini Kata Kepala Perizinan

Hukum   Dibaca : 339 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Polemik Pendirian Tower BTS di Kwijenen Jombang, Ini Kata Kepala Perizinan
Spanduk penolakan atas pendirian tower dibentangkan warga Kwijenan, Jelak Ombo Jombang. (FaktualNews/Syarif Abdurrahman)

JOMBANG, FaktualNews.co – Proses perizinan pendirian tower BTS di lingkungan Kwijenan, RW VIII, Desa Jelakombo, Kecamatan/Kabupaten Jombang Jawa Timur, yang mendapatkan protes dan penolakan dari warga disebut sudah sesuai prosedur.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jombang, Abdul Qudus Salam, Rabu (26/7/2017), pendirian tower di lingkungan Kwijenan sudah mendapat persetujuan dari warga setempat.

Proses pendirian tower yang belakangan ini menjadi sorotan beberapa pihak karena diduga adanya ‘kongkalikong’ dengan oknum-oknum nakal dalam perizinan, menurutnya tidak benar. Terutama dalam peroses persetujuan warga di areal tower tersebut.

Baca Juga:  Polemik Tower BTS di Kwijenan, Dewan Jombang Nilai Kadis PM-PTST dan Anak Buahnya Aneh

“Cacat hukum yang mana, semua warga khususnya di sekeliling tower itu setuju kok,” katanya saat dikonfirmasi FaktualNews.co, Rabu (26/7/2017).

Baca Juga:  Warga Kwijenan Jombang Tolak Pendirian Tower Seluler di Lingkungan Mereka

Secara aturan, tambah Qudus, dalam pendirian tower itu memang tidak semua warga harus dilibatkan. Sejumlah warga yang memiliki hak dan wewenang untuk menyetujui proses pendirian tower hanyalah warga yang berada di sekeliling radiasi tower sesuai ketinggian tower itu.

“Memang tidak semua warga, tapi hanya warga-warga yang berada di radiasi tower sesuai ketinggian tower itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Polemik Pendirian Tower: Surat Pengajuan Warga Kwijenan 'Parkir' di Pimpinan DPRD Jombang

Dijelaskan, ketinggian tower tersebut sekitar 42 meter, secara otomatis sejumlah warga yang berhak dalam penandatanganan untuk persetujuan pendirian tower adalah warga yang berada dalam lingkungan sekitar sesuai ukuran tower itu.

Qudus mengatakan, terkait tanda tangan salah satu warga sebagai bentuk persetujuan terhadap pendirian tower tersebut, memang bukan pihak yang bersangkutan langsung, melainkan ayahnya, dan saat ini telah meninggal dunia. “Tapi kan sudah disetujui bapaknya sendiri,” tuturnya.

Baca Juga:  Wakil Rakyat Dinilai Cuci Tangan, Warga Pertanyakan Fungsi dan Perannya

Baca Juga: Pendirian Tower di Kwijenan Jombang Cacat Adminstrasi dan Langgar Perda

Pendirian tower juga proses penandatanganan dan persetujuan warga, sebagaimana pengakuan dia, telah diketahui kepala kesa (Kades) setempat. “Kepala desanya juga sudah tahu itu kok mas,” beber Qudus.

Saat disinggung terkait sejumlah warga sekitar yang beberapa hari ini memasang spanduk sebagai penolakan berdirinya tower, menurut Kepala Perizinan ini warga tersebut adalah warga yang tidak termasuk dalam lingkaran sebagaimana ukuran radiasi tower. “Itu mungkin warga yang jauh dari lingkungan tower,” ungkapnya.

Halaman
1 2
KOMENTAR