BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Nikmati Pantai, Dua Pemuda di Tuban Jadi Korban Pemalakan Preman Pakai Sajam

Kriminal   Dibaca : 329 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Nikmati Pantai, Dua Pemuda di Tuban Jadi Korban Pemalakan Preman Pakai Sajam
Ilustrasi (Google Image)

TUBAN, FaktualNews.co – Dua pemuda asal Kecamatan Bancar, Tuban, Jawa Timur, mengaku menjadi korban pemalakan di pantai Cemara yang berada di Desa Sugihwaras, kecamatan Jenu, Tuban.

Dua pemuda korban pemalakan itu yakni, Muwafiq (22), asal Desa Banjarjo dan Sukroni (22), asal Desa Bulujowo, Tuban.

Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (29/7/2017) sekira pukul 18.00 WIB saat itu kedua korban hendak pulang ke Bancar seusai dari Tuban dan bermaksud menikmati suasana laut malam hari di pantai itu.

Baca Juga:  Tiba-tiba Truk Gandeng Muat Gula Merah Terbakar saat Melintas di Jalur Pantura Tuban

Namun, nahas tak lama kemudian setelah bersantai sejenak, datang beberapa orang yang tidak dikenal dan memalaknya.

“Uang yang saya bawa sekitar Rp 500 ribu diambil oleh kelompok pemalak dengan membawa senjata tajam itu,” ungkap Sukroni, kepada awak media, Minggu (30/7/2017).

Baca Juga:  Pelaku Penjambretan Dua Gadis Kembar Akhirnya Diringkus Polisi

Ia menuturkan tidak bisa melawan lantaran kalah jumlah dan kawanan pemalak ini menggunakan sajam.

Senada dengan Sukroni, Muwafiq juga tidak berani melawan lantaran jumlah kawanan pemalak yang menggunakan penutup muka itu ada puluhan orang. Ia harus merelakan uangnya sebesar Rp 450 ribu diambil pemalak ini.

“Mau bagaimana lagi, tidak berani saya melawan. Mereka banyak apalagi bawa sajam,” tuturnya.

Baca Juga:  Ini Pengakuan Pelaku Penjambretan Dua Gadis Kembar di Surabaya, Bikin Gregetan

Tidak hanya mereka berdua yang menjadi korban pemalakan di pantai tersebut. Menurut Muwafiq ada sekitar 7 orang lainnya juga bernasib sama menjadi korban pemalakan.

Hingga berita ini ditulis belum ada statemen resmi dari Polres Tuban terkait kebenaran peristiwa itu dan maraknya pemalakan di pantai Cemara.

 

Editor
KOMENTAR