BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Pemkot Mojokerto Targetkan 40.600 Anak Ikut Imunisasi Campak

Birokrasi   Dibaca : 268 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Pemkot Mojokerto Targetkan 40.600 Anak Ikut Imunisasi Campak
Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus saat Launching kampanye pelaksanaan imunisasi campak Rubella. (FaktualNews/Khilmi S Jane)

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Mulai hari ini, Selasa (1/8/2017), imunisasi campak Rubella digelar di Kota Mojokerto. Tidak hanya di Kota Mojokerto, pelaksanaan imunisasi campak juga digelar serentak di seluruh Indonesia.

Launching kampanye pelaksanaan imunisasi campak Rubella ini dihadiri Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus. Bertempat di Sekolah Dasar IT (SDIT) yang berada di kawasan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur ini walikota melaunching kegiatan tersebut sejak pukul 8 pagi.

“Hari ini kita laksanakan launching kampanye imunisasi campak Rubella yang kita fokuskan di SDIT Kota mojokerto ini,” ujar Mas’ud.

Baca Juga:  Diperiksa KPK, Ketua Komisi C DPRD Kota Mojokerto; Semua Pertanyaan Terkait PENS Sudah Dijawab

Rencananya, imunisasi campak Rubella ini akan dilaksanakan mulai Agustus hingga September 2017 mendatang. “Terus akan kita lakukan sampai tanggal 30 September nanti. Selama dua bulan kedepan, kita target 40.600 anak di Kota Mojokerto dipastikan telah ikut campak,” kata Mas’ud.

Untuk diketahui, Penyakit campak dan rubella atau CRS (Congenital Rubella Syndrome) adalah suatu inveksi menular melalui saluran nafas yg disebabkan oleh virus. Meskipun campak dan rubella tidak terlalu berbeda, keduanya mudah menular dengan  hanya bersin atau batuk melalui udara sehingga membuat penyakit ini tergolong penyakit yang mudah menular.

Baca Juga:  Kantor DPRD Kota Mojokerto Disegel KPK

Mas’ud menjelaskan, campak merupakan penyakit menular. “Mudah sekali menular, itu bisa mengurangi produktifitas anak-anak kita ke depan. Makanya kita berusaha campak dan Rubella agar tidak mengena anak-anak kita,” tuturnya.

“Sebenarnya penyakit campak dari dulu sudah ada, makanya itu kita ini untuk menghilangkan,” tambah Mas’ud.

Untuk memenuhi target yang ditentukan, walikota Mojokerto memanfaatkan lembaga-lembaga pendidikan, pesantren dan beberapa organisasi masyarakat (ormas).

Baca Juga:  Dorong Perajin Kembangkan Batik, Pemkot Mojokerto Gelar Festival Batikku Batikmu

“Pertama kita manfaatkan lembaga pendidikan, pesantren, ormas untuk ikut serta dalam menyukseskan kampanye campak Rubella ini,” katanya.

Jika nanti saat pelaksanaan ditemui ada orang tua yang menolak anaknya untuk diimunisasi campak, kata Mas’ud, itu harus konsultasi terlebih dahulu ke beberapa fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

“Kita beri motivasi orang tuanya, kita beri informasi juga tentang pentingnya campak dan Rubella itu. Jadi ini bisa konsultasi dengan puskesmas setempat,” ulasnya.

Halaman
1 2
KOMENTAR