FaktualNews.co

Nomor Antrean Amburadul, Pelayanan di Dispendukcapil Jombang Tuai Keluhan

Birokrasi     Dibaca : 1264 kali Penulis:
Nomor Antrean Amburadul, Pelayanan di Dispendukcapil Jombang Tuai Keluhan
M Fattah Tadharusman, salah seorang warga menunjukkan nomor antreannya saat mengurus administrasi di Dispendukcapil Jombang.

JOMBANG, FaktualNews.co – Setelah beberapa waktu lalu pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jombang, Jawa Timur dikeluhakn warga sebab harus antri berjam-jam, kali ini keluhan lain datang. Yakni penerapan teknis nomor antrean yang amburadul.

Seperti yang disampaikan M Fattah Tadharusman, warga asal Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang ini. Ia mengaku sejak pukul 06.00 WIB pagi tiba di Dispendukcapil Jombang. Namun hingga pukul 14.00 WIB, siang masih berdiam diri karena tidak ada panggilan dari operator, padahal dirinya mengantongi antrian nomor 13.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Anehnya, saat itu pemanggilan peserta pemohon KTP sudah sampai pada angka ratusan. Saat dirinya mencoba bertanya kepada peserta yang lain, diketahui sistem pemanggilan nomor antrian dilakukan dengan cara diacak oleh operator.

“Lha ini mas anehnya, kenapa ada nomor antrian kalau masih harus diacak,” katanya kepada FaktualNews.co, Rabu (2/8/2017) saat berdiam diri di depan kantor Dispendukcapil.

Saat ditanya kenapa tidak dikonfirmasi kepada salah satu pegawai pembuatan KTP ini, dirinya mengaku tidak berani, sebabnya, sebelumnya pernah diusir dan disuruh nunggu di luar oleh salah satu pegawai saat mencoba menanyakan hal itu.

“Tadi diusir mas, disuruh nunggu di luar,” bebernya dengan nada kesal.

Namun tak lama kemudian, karena dirinya juga harus pulang, ia memberanikan diri untuk menanyakan kembali kepada petugas Dispendukcapil lainnya.

Yakni, Andre, salah satu pegawai yang berada di loket aktivasi KTP-el 1. Saat ditanya kenapa tidak kunjung dipanggil, ia mengaku pemanggilan peserta disesuaikan dengan kinerja sistem.

Sistem tersebut akan mendeteksi peserta lebih cepat saat memang datanya sudah terdeteksi. Semisal peserta yang sidik jarinya sempurna dan berkas-berkas sudah lengkap.

“Jadi sistem ini akan me-rolling sendiri dan mendeteksi peserta yang semisal sidik jarinya kebaca oleh sistem,” katanya, menirukan penjelasan Andre.

Pernyataan itu kemudian diterjemahkan oleh M Fattah Tadharusman, bahwa adanya nomor antrian saat itu ‘mubadzdzir’ alias tidak bermanfaat. “Terus untuk apa nomor antrian ini,” pungkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...