FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Wow..! Kakek 50 Asal Mandailing Natal Buat Mobil Berbahan Bakar Air

Teknologi     Dibaca : 1245 kali Jurnalis:
Wow..! Kakek 50 Asal Mandailing Natal Buat Mobil Berbahan Bakar Air
Hamidun Nasution (50) berada disamping mobil yang sudah dimodifikasi menggunakan bahan bakar air. FaktualNews.co/

PANYABUNGAN, FaktualNews.co – Meski usianya tidak lagi muda, Hamidun Nasution (50) ternyata mampu melahirkan hasil karya menakjubkan yakni, merakit mobil berbahan bakar air.

Warga Desa Gunung Tua Julu Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal (Madian), Sumatera Utara, ini sudah mengetahui penemuan air sebagai pengganti bahan bakar mobil sejak tahun 1994 lalu.

“Saat itu, masih belum punya dana dan juga belum mempunyai kendaraan sendiri,” tutur Hamidun, Sabtu (5/8/2017).

Untuk merubah air agar bisa digunakan sebagai bahan bakar, menurutnya dibutuhkan alat ‘konverter’ yang dirakitnya sendiri. Nah, alat ini mampu merubah air menjadi gas. “Alat nya saya rakit sendiri, sehingga air dirubah menjadi gas dan bisa digunakan menjadi BBM mobil,” katanya.

Air di ubah melalui konverter rakitanya, yang dapat membuat air menguap sehingga  menghasilkan gas, lalu bisa berpungsi menjadi bahan bakar di setiap mesin mobil, bukan hanya mobil miliknya, tapi setiap mobil bisa di ubah dan dapat menggunakan air tersebut.

“Sebenarnya semua mobil bisa di ubah dan menggunakan alat ini,(konverter), menjadi berbahan bakar air,” beber Hamidun.

Diketahui, penemuan kakek Hamidun ini sudah pernah diikut sertakan pada pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) di Taman Raja Batu Panyabungan Tinggkat Provinsi Sumatera Utara.

Tidak hanya di Pamemaran TTG, Hamidun juga sudah pernah meraih juara dua dalam lomba penemuan-penemuan canggih di tingkat provinsi di Sumatera Utapada tahu lalu.

Sedangkan mobil yang sudah dimodifikasi dengan bahan bakar menggunakan air dapat digunakan jarak jauh. “Saya menggunakan mobil ini sehari-hari bahkan saya pernah menggunakan mobil ini dari Sumatera-Jakarta,” pungkas lulusan Pondok Pesantren ini.

Editor
Z Arivin