BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Petani di Malang Tewas, Diduga Terkena Peluru Nyasar

Peristiwa   Dibaca : 268 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Petani di Malang Tewas, Diduga Terkena Peluru Nyasar
Korban tewas, diduga terkena peluru nyasar. (Istimewa)

MALANG, FaktualNews.co – Seorang petani bernama Buawi (50), warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, diduga menjadi korban peluru nyasar milik Batalyon 464 Paskhas TNI AU yang sedang melakukan latihan menembak, Selasa (8/8/2017).

Buawi mengalami luka parah di pipi sebelah kanan diduga akibat terkena rekoset proyektil peluru saat berladang di Gondo Mayit, Tamanharjo, Singosari.

Informasi yang didapat media ini menyebutkan, Yonko 464 Wing II Paskhas saat itu sedang melaksanakan latihan menembak di lapangan tembak milik TNI Lanud Abd Saleh.

Baca Juga:  Pasutri di Malang Temukan Kantong Plastik Mencurigakan, Saat Dibuka Ternyata Isinya..

Jarak lapangan tembak dengan TKP sekitar 600 meter.

Sebelumnya pihak Provos TNI AU telah memberikan imbauan kepada penggarap lahan di sekitar lapangan tembak bahwa akan dilaksanakan latihan menembak.

Dari keterangan istri korban, Kasiati, mendapati suaminya berjalan sempoyongan menuju rumahnya.

Baca Juga:  Lama Menduda, Pria Ini Setubuhi Gadis di Bawah Umur Hingga Enam Kali

Bagian kepala sudah berlumuran darah, Kasiati lantas meminta bantuan warga sekitar yang sedang menggarap di dekat TKP.

Korban kemudian diangkat dan dibawa ke rumah Kepala Desa Baturetno. Namun, nyawa korban tidak tertolong saat akan dibawa ke rumah Kades setempt.

Selanjutnya korban dibawa ke RSSA untuk dilakukan visum dan tindakan lanjut.

“Saat ini korban sedang di outopsi untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban,” kata Waka Polsek Singosari, AKP Effendi Budi Wibowo, kepada awak media di Malang, Selasa (8/8/2017).

Baca Juga:  Angkut Kayu Hasil Curian, Warga Pagak Disergap di Jalan Raya

Ketika disinggung apakah korban meninggal karena terkena peluru nyasar milik Batalyon 464 Paskhas TNI AU yang sedang melakukan latihan menembak, Effendi belum berani mengambil kesimpulan, karena masih menunggu proses outopsi korban di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.

Editor
KOMENTAR