BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Tiga Nyawa Melayang, Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu di Jember Makan Korban

Peristiwa   Dibaca : 356 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Tiga Nyawa Melayang, Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu di Jember Makan Korban
Foto : Ilustrasi

JEMBER, FaktualNews.co – Kecelakaan yang melibatkan armada Kereta Api (KA) kembali terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tiga orang tewas, usai tersambar KA Sritanjung di perlintasan kereta, Dusun Krajan Kidul, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Selasa (8/8/2017).

Sementara, satu korban lainnya yang diketahui masih anak-anak dalam kondisi kritis akibat luka berat hingga akhirnya tewas di saat menjalani perawatan medis. Ketiga korban itupun langsung dievakuasi ke rumahsakit. Sementara, kasus tersebut ditangani aparat kepolisian.

Informasi yang dihimpun, tiga orang yang tewas akibat tersambar KA jurusan Banyuwangi-Surabaya itu adalah Siti Musdalifah (35) dan Arsi (60). Sementara yang terluka berat adalah Rusdiana (3). Mereka adalah satu keluarga yang tinggal di Dusun Sariagung, Desa Sarimulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.

Baca Juga:  Mengantuk, Mahasiswa di Ponorogo Tabrak Pohon Hingga Tewas

“Korban diduga lalai saat melintas perlintasan tanpa palang pintu itu dengan sepeda motor. Mereka tidak menoleh kiri-kanan,” kata Kapolsek Sumberbaru AKP Edy Sudarto, Selasa (8/8/2017).

Saat itu, Musdalifah mengemudikan sepeda motor Honda Revo P 6860 NS dari arah utara ke selatan, dengan membonceng Arsi dan Rusdiana. Diduga kurang hati-hati, saat melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu, sepeda motor yang dikemudikan Musdalifah tersambar KA yang melintas.

Baca Juga:  Evakuasi Kontainer, 2 Mobil Patroli Jasa Marga Diseruduk Truk Pengangkut di Tol Cipularang

Padahal, sang Masinis KA Sritanjung sebenarnya sudah membunyikan klakson peringatan hingga beberapa kali. Namun terlambat, hingga akhirnya kecelakaan pun tak terhindarkan. Tiga orang itu terlempar hingga beberapa meter.

Semuanya mengalami luka parah di bagian kepala dan patah tulang. Musdalifah dan Arsi tewas di tempat. Sementara Rusdiana menderita gegar otak berat dan sempat dirawat di Puskesmas Tanggul. Ia mengembuskan napas terakhir di sana.

Editor
KOMENTAR