BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Rp 4 Miliar, Untuk Apartemen Ikan di Wisata Pantai Sembilan Sumenep

Wisata   Dibaca : 600 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Rp 4 Miliar, Untuk Apartemen Ikan di Wisata Pantai Sembilan Sumenep
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Yayak Nurwahyudi. FaktualNews.co/Supanjie/

SUMENEP, FaktualNews.co – Meningkatnya minat wisatawan berkunjung ke Pantai Sembilang, yang terletak di Pulau Giligenting, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Bahkan, tahun depan telah dirancang untuk dibangun Apartemen Ikan. Anggaran yang disediakan pemerintah cukup fantastis, yakni memcapai Rp 4 miliar.

Anggaran tersebut bersumberkan dari dana APBD tingkat I Provinsi Jawa Timur tahun 2018.

Baca Juga:  Ribuan Warga Sumenep Gelar Doa Bersama Untuk Rohingya, Ini Pernyataan Sikap Tegas Bupati

“Rencanaya akan dibangun tahun ini, tapi karena waktunya mepet ditunda tahun depan. Lokasinya didekat pantai sembilan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Yayak Nurwahyudi, Rabu (9/8/2017).

Menurutnya, rencana pembangunan itu sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk melestarikan destinasi wisata yang mulai terkenal hingga manca negara itu.

Hasil survei oleh tim dari Provinsi, didekat pantai sembilan cocok untuk dibangun apertemen ikan.

Baca Juga:  Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Bupati Busyro Minta Amalkan Nilai Pancasila

“Nantinya, setiap wisatawan yang akan berkunjung ke sejumlah destibasi wisata di sekitar pantai sembilan, akan diarahkan menuju apertemen ikan terlebih dahulu,” tegasnya.

Ditegaskan, disana nantinya para wisatwan juga diperbolehkan untuk mancing ikan sekaligus membakarnya. Karena diatas apertemen juga akan dibangun rumah apung.

“Anggaran Rp 4 miliar akan dibangun apertemen ikan selebar 20×20 meter,” jelasnya.

Baca Juga:  Warga Tolak Excavator Milik Dinas PU Sunenep, Ini Aksinya

Mantan Kadiskominfo itu mengatakan, dibawah rumah apung akan ada budi daya ikan dengan cara dipasang jaring sebagai pembatasnya.

Sehingga ikan dipastikan tidak akan liar kucad akcir dan betah ditempat yang disediakan.

“Ini dilakukan semata-mata untuk menunjang destinasi wisata yang lain agar tetap ada kesinambungan antara satu destinasi dengan yang lain,” pungkasnya.

Editor
KOMENTAR