BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Waduh, Ada Mobil Siaga Desa Digunakan Untuk Belanja di Surabaya

Peristiwa   Dibaca : 542 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Waduh, Ada Mobil Siaga Desa Digunakan Untuk Belanja di Surabaya
Foto dokumentasi saksi mata untuk FaktualNews.

JOMBANG, FaktualNews.co – Mobil Siaga Desa (MSD) yang disiapkan sebagai sarana fasilitasi kebutuhan warga desa di Kabupaten Jombang, terutama yang sedang sakit, diduga dipakai tidak tepat guna.

Pada Selasa, 8 Agustus 2017 kemarin, MSD yang tertulis Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, Jombang ditemukan salah satu warga di Pasar Kapasan Jembatan Merah, Surabaya. Kendaraan yang dibeli dari dana APBD Jombang itu diduga digunakan untuk belanja.

Kebetulan, warga yang enggan disebut namanya ini, adalah salah seorang yang sebelumnya pernah memakai MSD tersebut. Bahkan pengakuannya sering disuruh pemerintah desa setempat untuk mengantarkan warga ke rumah sakit.

Baca Juga:  Parkir Sembarangan, Mobil Siaga Desa di Jombang Disemprit Polisi

“Saya sendiri sering pakai mobil itu (MSD) buat ngantar warga ke rumah sakit. Perasaan semenjak saya pakai mobil itu tidak pernah buat yang lain selain kebutuhan warga yang sedang sakit,” katanya kepada FaktualNews.co, Rabu (9/8/2018).

Baca Juga:  Netizen Yang Menyoal Buruknya Kinerja Pemdes Sidowarek Jombang, Akui Keliru dan Minta Maaf

Berdasarkan pantauan dia saat itu, ada beberapa orang yang sedang memasukkan berbagai macam baju dan sejenisnya ke dalam mobil tersebut. Sontak, ia langsung mengambil gambar meski dari jarak kejauhan.

“Lha saya juga di lokasi yang sama, mobilnya pun parkir di gang yang sama dengan kendaraan saya, saya saat itu juga belanja,” imbuh dia memperjelas.

Baca Juga:  Pemkab Jombang Tak Siapkan SOP, Mobil Siaga Desa Sering Disalahgunakan

Namun demikian, warga ini tidak sempat memastikan peruntukan barang-barang yang dibeli. “Tapi saya kurang tahu, barang-barang itu untuk apa dan untuk siapa,” imbuhnya.

Dari peristiwa tersebut, sumber FaktualNews.co ini menyayangkan beberapa MSD belakangan ini banyak yang diketahui dipakai tidak tepat guna. Padahal, kata dia untuk perawatan mobil ini diambilkan dari dana pemerintah.

KOMENTAR