BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Sidak Gudang Bulog, Anggota Dewan Temukan Rastra Berkutu dan Berubah Warna

Peristiwa   Dibaca : 342 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Sidak Gudang Bulog, Anggota Dewan Temukan Rastra Berkutu dan Berubah Warna
Ketua Komisi B DPRD Jombang menemukan Rastra tak laik konsumsi di gudang Bulog Subdivre II Surabaya Selatan.FaktualNews/Ahmad Syamsul Arifin

JOMBANG, FaktualNews.co – Komisi B DPRD Jombang, Jawa Timur kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) soal pendistribusian bantuan beras pra-sejahtera (Rastra) di gudang Perum Bulog Subdivre II Surabaya Selatan di Mojokerto.

Sidak tersebut menyusul maraknya keluhan warga yang mengeluhkan buruknya kualitas Rastra yang selama ini disalurkan Perum Bulog Subdivre II Surabaya Selatan. Dalam sidak tersebut, para anggota dewan ini menemukan Rastra tak laik konsumsi yang akan disalurkan ke warga.

Pantauan di lapangan, sidak yang dilakukan sejumlah anggota DPRD Jombang ini menyasar dua Gudang Perum Bulog Subdivre II Surabaya Selatan di wilayah Kabupaten Jombang. Pertama mereka menyasar Gudang Bulog di daerah Desa Tunggurono. Tidak puas di gudang tersebut, para wakil rakyat ini lantas mendatangi Gudang Pengelolahan dan Penyimpanan GBB di Desa Dapur Kejambon.

Baca Juga:  Parah, Menggumpal dan Dipenuhi Sarang Laba-laba, Warga Desa Ngrimbi Jombang Tolak Penyaluran Rastra

Di Gudang pengelolahan dan penyimpanan GBB Dapur Kejambon ini, anggota Dewan menemukan beras yang sudah berubah warna menjadi kuning dan berkutu. Sebabnya pola penyimpanan yang sudah cukup lama hingga hampir satu tahun sebelumnya dan hingga saat ini belum juga didistribusikan.

Baca Juga:  Rastra Dibagi Rata, Kades Bisa Terjerat Korupsi

“Penyimpanan beras di gudang ini sudah sejak Bulan September lalu, dan satu bulan lagi penyimpanan ini sudah sampai satu tahun,” kata Ketua Komisi B DPRD Jombang, Rahmad Abidin kepada awak media, Kamis (10/8/2017).

Pola penyimpanan yang terlalu lama ini menurutnya menjadi salah satu penyebab munculnya polemik di tengah-tengah masyarakat di Kota Santri. Karenanya, untuk mengantisipasi munculnya polemik tersebut pemerintahan legislatif ini meminta agar Bulog untuk segera memperbaiki manajemen penyimpanan beras.

“Paling tidak, dalam pendistribusian beras kepada warga tidak melebihi 6 hingga 7 bulan. Karena jika sudah lama, jelas berasnya rusak. Kita minta Bulog untuk menata ulang pola penyimpanannya, pendistribusian beras kepada masyarakat. Kalau lebih dari itu (6 bulan, red) tentu kualitas akan berubah,” jelas Rahmad.

Baca Juga:  Cuitan Mantan Mitra Bulog, Dibalik Buruknya Kualitas Rastra di Mojokerto dan Jombang

Ia mengungkapkan, ke depan, jika warga masih menemukan beras yang tidak laik konsumsi, untuk segera mengadu dan mengembalikan beras tersebut. Kalau masyarakat tidak berani mengembalikan langsung ke Gudang Bulog, bisa dikumpulkan di Kantor Komisi B DPRD Jombang.

Halaman
1 2
Editor
KOMENTAR