BERITA POPULER

FAKTUALNEWS.co

Potensi Gempa di Kota Bandung, Ini Penjelasan BMKG

Nasional   Dibaca : 423 kali Jurnalis: FAKTUALNEWS.co
Potensi Gempa di Kota Bandung, Ini Penjelasan BMKG
Foto: BMKG for FaktualNews

JAKARTA, FaktualNews.co – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis hasil kajian lokasi Sesar Lembang berpotensi terjadi gempa. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa laju pergeseran Sesar Lembang mencapai 5,0 mm/tahun.

Berdasarkan rilis BMKG yang diterima redaksi FaktualNews.co, Senin, 14 Agustus 2017, hasil monitoring BMKG, menunjukkan adanya beberapa aktivitas seismik dengan kekuatan kecil.

“Adanya potensi gempa bumi di jalur Sesar Lembang dengan magnitudo maksimum M = 6,8 merupakan hasil kajian para ahli. Sehingga kita patut mengapresiasi hasil penelitian tersebut,” demikian disampaikan Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly, dalam siaran pers tertulisnya.

Baca Juga:  Breaking News: Gempa 4,2 SR Guncang Lamongan, Tidak Berpotensi Tsunami

Sadly berharap, masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. “Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tandasnya.

“Pastikan informasi gempabumi berasal dari lembaga resmi pemerintah dalam hal ini BMKG,” tambah Sadly sebelum menutup siaran persnya.

Berikut rilis lengkap dari BMKG yang diterima redaksi FaktualNews.

Di wilayah Kota Bandung memang terdapat struktur Sesar Lembang dengan panjang jalur sesar yang mencapai 30 km. Hasil kajian menunjukkan bahwa laju pergeseran Sesar Lembang mencapai 5,0 mm/tahun, sementara itu hasil monitoring BMKG juga menunjukkan adanya beberapa aktivitas seismik dengan kekuatan kecil. Adanya potensi gempabumi di jalur Sesar Lembang dengan magnitudo maksimum M=6,8 merupakan hasil kajian para ahli, sehingga kita patut mengapresiasi hasil penelitian tersebut.

Baca Juga:  Gempa Poso Sebabkan Beberapa Rumah Rusak

Hasil pemodelan peta tingkat guncangan (shakemap) oleh BMKG dengan skenario gempa dengan kekuatan M=6,8 dengan kedalaman hiposenter 10 km di zona Sesar Lembang (garis hitam tebal), menunjukkan bahwa dampak gempa dapat mencapai skala intensitas VII-VIII MMI (setara dengan percepatan tanah maksimum 0,2 – 0,4 g) dengan diskripsi terjadi kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Dinding tembok dapat lepas dari rangka, monument/menara roboh, dan air menjadi keruh. Sementara untuk bangunan sederhana non struktural dapat terjadi kerusakan berat hingga dapat menyebabkan bangunan roboh. Secara umum skala intensitas VII-VIII MMI dapat mengakibatkan terjadinya goncangan sangat kuat dengan kerusakan sedang hingga berat (Gambar di atas).

Halaman
1 2
KOMENTAR