FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Ngaku Mayor Polisi Untuk Sikat Motor Sport

Kriminal     Dibaca : 710 kali Jurnalis:
Ngaku Mayor Polisi Untuk Sikat Motor Sport
FaktualNews.co/Ekoyono/
Kasat Reskrim menunjukan barang bukti berikut pelaku yang mengaku Polisi.

SURABAYA, FaktualNews.co – Hati-hati jika anda akan menjual sepeda motor anda melalui jual beli online, Polisi baru-baru ini menangkap satu pelaku dan tiga penadahnya. Bahkan satu pelaku utama itu mengaku anggota Polisi berpangkat Mayor berdinas di BNNP Jawa Timur.

Pelakunya adalah Mayor Al Zailani (23) asal Jl. Kalidami Gg.8 Surabaya dan tiga penadahnya antara lain Asroji (33) Diwar (34) dan Samhaji (24) semuanya asal Tambelangan Sampang Madura.

Dalam cacatan kepolisian, sepak terjang mereka sudah lebih dari satu tahun beraksi dan puluhan tempat kejadian perkara tersebar di seluruh Kota Jawa Timur. Sang mayor yang dibekuk di apartment Surabaya Timur pada, Sabtu (19/8/2017) itu hanya mengincar motor jenis sport yang di iklankan secara online.

“Semua motor dijual ke Madura dengan harga kisaran 10 hingga 15 juta rupiah,” jelas tersangka Mayor Zailani.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela menjelaskan, Tim Anti Bandit Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya mengungkap kasus penipuan penggelapan yang dilakukan oleh tersangka Mayor Al Zailani.

Adapun pengungkapan ini berawal adanya laporan kejadian dari masyarakat, dimana pelaku ini bermodus pura-pura menjadi pembeli kemudian mencoba kendaraan motor yang akan dibeli.

“Saat mencoba itulah, kemudian dibawa lari. Kasus tersebut berhasil diungkap berikut tiga penadahnya,” sebut Leo kepada Faktualnews.co, Minggu (20/8/2017).

Masih kata Leo, tersangka ini awalnya melihat iklan di media online jual beli, kemudian menghubungi calon korban untuk pura-pura sebagai pembeli. Dan kemudian janjian ketemu dengan menggunakan identitas sebagai anggota Kepolisian yang berdinas di BNNP juga menggunakan tanda kewenangan sebagai penyidik dan juga pura-pura menjatuhkan senjata pistol yang dibawanya saat itu.

“Karena korban yakin bahwa orang ini adalah aparat, sehingga saat mencoba kendaraan itu diberikan oleh korban, kemudian yang bersangkutan membawa lari,” tambah Leo.

Lebih dari 14 TKP, baik di Surabaya maupun luar kota seperti Kediri, Malang, Madiun dan Sidoarjo telah diacak acak oleh pelaku ini. Kini Polisi masih memburu satu penadahnya yang masih buron yakni berinisial M (DPO).

Dari komplotan ini, Tim Anti Bandit mengamankan barang bukti berupa 2 pucuk senjata pistol airsof gun,1 buah lencana penyidik Polri, 1 buah celana panjang taktikal, 1 buah jaket warna abu-abu dan ratusan simcard Handphone.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...