Kriminal

Pelaku Pembunuhan di Mojokerto Dikenal Gaptek dan Tidak Bisa Naik Motor

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Pelaku pembunuhan pasangan kekasih di Mojokerto, Jawa Timur, Saiman (55) diketahui tidak bisa mengendarai sepeda motor dan tidak bisa menggunakan handphone.

Hal ini berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun petugas Polres Mojokerto, pelaku sehari-harinya bekerja sebagai tukang becak di stasiun yang ada di Kabupaten Sampang, Madura. “Tim kami akan cek lokasi tersebut,” kata Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata kepada FaktualNews.co, Senin (21/8/2017).

Informasi bahwa pelaku tidak bisa mengendarai motor itu dikuatkan dengan keterangan salah satu saksi. Saat di depan petugas, saksi menjelaskan bahwa saat kejadian, pelaku datang dan pergi dengan dibonceng seseorang menggunakan sepeda motor.

“Kami belum bisa pastikan, pengendara motor itu teman pelaku atau bukan. Yang jelas, kasus ini merupakan pembunuhan berencana,” jelas Leo.

Pada saat kejadian, mantan Kapolres Batu ini menjelaskan bahwa korban Komariah dan Ahmad Wiyono tidak tidur dalam satu kamar. “Korban perempuan tidur di dalam. Sedangkan, korban laki-laki tidur di kursi ruang tamu,” tandasnya.

Selain membunuh Komariah dan Ahmad Wiyono, pelaku juga hendak membunuh kedua anak Komariah, yakni Muhammad Rizal dan Muhammad Taufik Hidayat. “Saat kejadian, kedua anak Komariah ini berada di dalam kamar. Saat mendengar suara gaduh minta tolong, dua anak korban ini keluar. Kedua anak korban ini juga sempat akan dibunuh oleh pelaku. Tapi beruntung keduanya bisa kabur,” jelasnya.

Saat ini, Muhammad Taufik Hidayat berada di Polsek Puri karena mengalami shock dan terus menangis. Sedangkan Muhammad Rizal, saat ini ikut dengan tim khusus yang dibentuk Polres Mojokerto menuju Madura.