FaktualNews.co

Polisi Dalami Kasus Limbah Batu Bara Digunakan Untuk Uruk di Mojokerto

Kriminal     Dibaca : 849 kali Penulis:
Polisi Dalami Kasus Limbah Batu Bara Digunakan Untuk Uruk di Mojokerto
FaktualNews.co/Khilmi S Jane/
Salah satu warga mengalami luka bakar di bagian kaki.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penggunaan limbah batu bara sebagai tanah uruk di lahan tebu yang berada di kawasan Desa Domas, Kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kali ini, Polsek Trowulan memanggil dan memeriksa saksi mata kasus tersebut di Mapolsek Trowulan, Jumat (25/8/2017).

Saat dikonfirmasi terkait hasil pemeriksaan terhadap saksi atas nama Khoirul (47) warga asal Dusun Kasian, Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kanit Reskrim Polsek Trowulan, Ipda Agus Hariyanto mengatakan bahwa pengurukan tersebut memang dilakukan menggunakan limbah batu bara.

“Menurut keterangan saksi, pengurukan tanah itu dilakukan menggunakan limbah batu bara yang tidak diketahui asal usulnya dari mana. Saat ini kami masih terus mencari asal limbah tersebut,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (25/8/2017).

Masih kata Agus, saat melakukan pemeriksaan saksi, saksi mengatakan,dirinya mengaku melakukan pengurukan bersama 2 kuli lainya. “Saat itu, saksi dan dua kuli lainnya disuruh melakukan pengurukan dan dibayar uang lelah Rp 90 ribu perhari oleh kepala desa setempat,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat pengurukan menggunakan limbah batu bara itu, lima warga mengalami luka bakar yang cukup serius dan terpaksa harus menjalani proses pengobatan secara mandiri. Tragedi itu terjadi pada 31 Juli 2017 lalu, yang mengakibatkan lima warga terluka akibat terperosok ke dalam lokasi yang bekas diuruk menggunakan limbah batu bara tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, jalan sepanjang 15 meter dan tinggi satu meter merupakan proyek desa. Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus berupaya mengungkap siapakah dalang di balik pembuangan limbah batu bara tersebut.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...