ucapan idul fitri pemkab jombang
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Krisis Kemanusiaan Rohingya, GAM Jombang Sobek Bendera Myanmar

Nasional     Dibaca : 1034 kali Jurnalis:
Krisis Kemanusiaan Rohingya, GAM Jombang Sobek Bendera Myanmar
FaktualNews.co/Syarief Abdurrahman/
Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM) Jombang saat berunjuk rasa di taman ASEAN Jombang, Jawa Timur, Rabu (6/9/2017).

JOMBANG, FaktualNews.co – Krisis kemanusiaan yang menimpa etnis minoritas Rohingya di Myanmar mendapat kecaman dari mahasiswa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (6/9/2017).

Dalam aksinya ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM) Jombang tersebut menyobek replika bendera Myanmar, kemudian menginjak-nginjaknya dan menaburkan bunga diatas bendera sebagai tanda matinya HAM di Myanmar.

Pantauan FaktualNews.co dilapang tampak peserta aksi membentangkan bendera Myanmar diatas Jalan raya. Selain itu, para mahasiswa juga menaburkan bunga serta berdiri diatas bendera Myanmar sambil orasi.

Aksi gabungan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu digelar di taman ASEAN Jombang.

“Kejahatan kemanusian kepada etnis Rohingya tidak bisa ditoleransi lagi. Oleh karenanya, bendera Myanmar layak di musnahkan dari bumi santri,” kata koordinator aksi, Mundzir, kepada FaktualNews.co, Rabu (6/9/2017).

Lanjutnya, keikutan serta mahasiswa Jombang dalam masalah krisis di Myanmar untuk menampakkan dukungan nyata. Selain itu, dengan banyaknya sorotan kepada Myanmar diharapkan dapat menghentikan kebrutalan militer Myanmar.

“Kita juga menuntut DPRD Jombang ikut bersuara dalam kasus kemanusian di Myanmar. Jangan hanya diam saja,” tegas Mundzir.

Tidak hanya demonstrasi, para mahasiswa juga mengumpukan tanda tangan menolak pembantaian etnis Rohingya. Tanda tangan tersebut dikumpulkan dari warga Jombang yang ditemui di jalan.

“Kita sudah dapat ribuan tanda tangan mengecam kejahatan kemanusian yang dilakukan oleh militer Myanmar,” pungkas Mundzir.

Aksi mahasiswa ini dikawal petugas keamanan dengan kekuatan penuh. Bahkan polisi menyiapkan gas air mata dan anjing pelacak.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...