FaktualNews.co

Puluhan Desa di Malang Terancam Krisis Air Bersih

Peristiwa     Dibaca : 1482 kali Penulis:
Puluhan Desa di Malang Terancam Krisis Air Bersih
FaktualNews.co/Ilustrasi/
Ilustrasi kekeringan musim kemarau. (Antara)

MALANG, FaktualNews.co – Bencana kekeringan mulai mengancam sebagian desa di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hal ini disebabkan musim kemarau yang terjadi semenjak bulan Agustus hingga November 2017.

Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, krisis air bersih diprediksi akan melanda 21 desa di 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang. Kendati, tidak menyeluruh dalam satu desa, namun BPBD sudah mengantisipasi adanya hal tersebut.

“Ada beberapa titik di Kabupaten Malang yang berpotensi kekeringan. Khususnya di sisi Malang Utara dan Malang Selatan. Terutama dikawasan pesisir pantai,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, Senin (10/9/2017).

Mantan Kepala Satpol PP dan Camat Sumbermanjing Wetan itu menuturkan, khusus didaerah pesisir selatan Kabupaten Malang, tipikal tanahnya adalah daerah kapur. Sehingga, hal itu berpotensi terjadinya kekeringan.

“Kawasan kekeringan ini memang tidak menyeluruh, ada titik-titik tertentu memang. Dilihat daerah konturnya, memang daerah sulit air. Ada satu lagi daerah di bawah, sebenarnya juga hal lucu tapi kenyataannya seperti itu, yakni daerah Sumberpucung,” imbuhnya

Kendati sudah mengantongi data, namun BPBD masih akan terus melakukan pemetaan. Hal itu dilakukan lantaran potensi adanya daerah tambahan yang mengalami kekeringan dimungkinkan bertambah. Mengingat cuaca yang kini tak tentu.

“Daerah baru yang patut kita duga akan kita monitoring. Ada beberapa daerah baru yang tahun-tahun sebelumnya kering air, kini sudah banyak air. Karena telah dilakukan penanaman pohon dengan penghijauan untuk menjaga sumber air, di daerah sulit air, sehingga ketersediaan air terjaga,” terangnya.

Pihaknya juga sudah mengantisipasi datangnya musim kemarau tahun ini yakni dengan menyiapkan truk tangki air berkapasitas 5000 sampai 8000 liter air guna mensuplai kebutuhan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.

“Truk tangki air nantinya akan mendistribusikan ke daerah-daerah yang telah dipetakan oleh BPBD dan dianggap berpotensi mengalami bencana kekeringan. Pasokan air bersih nanti juga dibantu oleh Dinas Cipta Karya dan PDAM,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin