FaktualNews.co

Sikapi Tragedi Myanmar, FKUB dan Polres Mojokerto Teken MoU

Peristiwa     Dibaca : 918 kali Penulis:
Sikapi Tragedi Myanmar, FKUB dan Polres Mojokerto Teken MoU
FaktualNews.co/Khilmi S Jane/

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Guna menyikapi permasalahan sosial akibat dari tragedi di Myanmar yang merembet ke tanah air, Polres Mojokerto dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menandatangani MoU di Mapolres Mojokerto, Senin, (11/9/2017).

Dalam hal ini, ada empat poin yang ditandatangani dalam surat kesepakatan tersebut, diantaranya mengutuk tragedi di Myanmar dan mendorong pemerintah untuk mengambil langkah kongkrit dalam penyelesaian di Myanmar melalui Menteri Luar Negeri.

Pada poin berikutnya, MoU tersebut memuat kesefahaman untuk mendukung pemerintah dalam memberikan bantuan kemanusiaan ke Myanmar, serta mengantisipasi adanya issue provokasi yang bisa memecah belah bangsa Indonesia.

KH Mashul Ismail, Wakil Ketua FKUB Kabupaten Mojokerto mengatakan, terkait tragedi yang dialami etnis Rohingya di Myanmar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mojokerto, mengutuk keras tragedi kemanusiaan itu.

Meski demikian, apa yang terjadi di Myanmar diharapkan tidak dijadikan pemicu untuk mengacaukan situasi di dalam negeri. Indonesia, katanya, dari Sabang sampai Merauke seharusnya banyak masalah tapi bisa dikendalikan.

“Indonesia hidup dengan enam agama, Islam mayoritas. Dari Sabang sampai Merauke semua ada dan ada upaya untuk mengembangkan,” KH Mashul Ismail.

Lanjutnya, pihaknya mengingatkan agar tidak melakukan intimidasi salah satu agama tapi mengajarkan agama yang baik. Masalah Rohingya adalah masalah Myanmar. Sehingga diharapkan umat bergama di Indonesia khususnya Kabupaten Mojokerto tidak terpengaruh.

“Lain Indonesia lain Myanmar. Tapi kami sebagai umat islam di Indonesia, tidak hanya umat muslim tapi semua umat beragama lainnya di Indonesia, mengutuk perilaku genosida atau pembantaian etnis di Myanmar. Sehingga semua elemen harus bekerja sama bisa menciptakan Mojokerto yang kondusif,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata menambahkan, pertemuan dengan FKUB rutin akan dilakukan dan kali ini pertemuan digelar untuk menyikapi kejadian yang ada di Myanmar. “Keprihatinan dan ketidaksetujuan apa yang terjadi di sana dengan menyampaikan empati, simpati dan turut berduka dengan para korban yang ada di sana,” ujarnya.

Leo menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan gambaran dan jaminan dari FKUB jika akan menjaga bersama kondisi dan situasi di wilayah hukum Polres Mojokerto aman. Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi dan pendekatan secara persuasif dan hingga saat ini kondisi dan situasi di wilayah hukum Polres Mojokerto masih aman.

“Bagi kami yang dijaminkan adalah yang sesuai dengan yang diakui oleh negara. Jika ada kepercayaan lain yang muncul dari itu, kami tidak akan memberikan jaminan keamanan apapun. Artinya setiap pemeluk agama akan dilindungi dan kami akan memberikan jamiman secara maksimal. Itu mungkin maksud saya tadi,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Syafi'i