FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Tausiah di Atas Panggung Musik Rock, Mulai Pesan Anti Korupsi Hingga Menebar Virus Perdamaian

Gaya Hidup     Dibaca : 1149 kali Penulis:
Tausiah di Atas Panggung Musik Rock, Mulai Pesan Anti Korupsi Hingga Menebar Virus Perdamaian
FaktualNews.co/Khilmi S Jane/
Vokalis Slank, Kaka membawakan lagu saat konser musik di Ponpes Amanatul Ummah Pacet.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Grup band legendaris, Slank dan budayawan Zastrouw Al Ngatawi punya cara unik untuk mengajak masyarakat terutama slanker untuk menjaga toleransi demi persatuan bangsa ini.

Konser bertajuk Silaturahmi Merajut Kebangsaan yang didukung Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas tersebut berbeda dengan konsep konser biasanya, yang menjadikannya istimewa, di tengah-tengah pertunjukan musik disisipkan tausiah oleh Zastrouw Al Ngatawi.

Ribuan santri dan penggemar fanatik Slank berbaur dalam alunan musik rock sekaligus menyimak tausiah Zastrouw secara khidmat.

Hal ini seperti yang terlihat saat konser pamungkas di Ponpes Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Mengambil inspirasi dari lagu Slank yang dibawakan di panggung pada tiap konser, Zastrouw menafsirkan dan membedah lirik-lirik lagu tersebut menjadi pesan moral yang sarat makna. Mulai dari ajakan untuk berdoa sebelum memulai kegiatan, pesan anti-korupsi, bersedekah, hingga menebar virus perdamaian di muka bumi.

Zastrouw memaparkan bahwa pola seperti ini sudah terjadi di era Wali Songo dan ulama-ulama Nusantara. Pada saat itu yang terkenal adalah wayang, gamelan, dan tembang macapat.

“Dalam konteks kekinian, wayang, gamelan, dan macapat mengalami metamorfosis menjadi musik rock. Ini kita jadikan metode untuk menyampaikan pemikiran serta ajaran tentang keislaman. Dakwah itu intinya adalah untuk memanggil. Dan cara dakwah harus disesuaikan dengan kadar kemampuan pihak yang dipanggil,” ujarnya.

Zastrouw menyinggung bahwa generasi muda saat ini tengah terkepung dari dua penjuru, liberlisme yang berujung hedonisme dan fundamentalisme agama. “Slankers sebenarnya butuh bimbingan dan arahan, atau serum yang bisa menahan dari godaan tersebut, akan tetapi dengan dosis dan metode yang tepat,” tukasnya.

Grup band yang digawangi Kaka (vokal), Ridho (gitar), Ivanka (bass), dan Bimbim (drum) mengebrak panggung konser musik dengan membawakan 10 lagu andalan mereka diantaranya, Ku Tak Bisa, Virus, NgeSlank Rame-Rame.

Sementara itu, Pengurus Ponpes Amanatul Ummah, Gus Bara menyatakan bahwa segala nilai sejatinya dapat ditransfer melalui medium apapun, termasuk dengan musik. Dan ketika ditanya pendapatnya mengenai Slankers yang berbondong-bondong datang ke pesantren untuk menikmati pertunjukan musik, ia mengambil sisi positifnya.

“Slankers ataupun yang lainnya, mereka sama-sama bagian dari bangsa ini. Mereka tetap harus dihormati sebagai anak bangsa ini. Harapan kami dengan datangnya Slankers ke pondok pesantren agar dapat lebih mengenal nilai positif pesantren dan memahami nilai filosofis lagu-lagu Slank, sehingga menjadi titik balik perubahan ke arah yang lebih baik,” pungkas dia.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul