FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pertamini di Atas Saluran Air Milik Anggota Dewan, Terancam di Bongkar

Birokrasi     Dibaca : 909 kali Penulis:
Pertamini di Atas Saluran Air Milik Anggota Dewan, Terancam di Bongkar
FaktualNews.co/Supanjie/
Pertamini milik anggota Dewan yang dibangun di atas saluran irigasi.

SUMENEP, FaktualNews.co – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Abd Majid menegaskan, bangunan yang berdiri kokoh diatas saluran air untuk Pertamini di Jalan raya Sumenep-Pamekasan tepatnya di Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi Ilegal.

Bahkan, pihaknya telah melayangkan teguran tertulis tiga kali kepada pemilik bangunan yang notabene merupakan anggota DPRD aktif itu.

“Kita sudah kirimkan surat keguran, Selasa (19/9/2017) kemarin merupakan teguran ke tiga,” katanya kepada sejumlah wartawan.

Majid memastikan, untuk pendirian Pertamini di Kabupaten Sumenep tidak akan diizinkan. Karena terkendala regulasi dari pusat. “Untuk Pertamini kami tidak akan pernah mengeluarkan IMB, karena regulasinya tidak ada,” ujarnya, Rabu (20/9/2017).

Berdasarkan hasil penelusuran FaktualNews.co, bangunan yang dibuat sekitar dua bulan lalu ini, diketahui milik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, H Ruqi Abdilllah.

Saat dikonfirmasi, anggota komisi III DPRD Sumenep daerah pemilihan (Dapil II), H Ruqi Abdilllah ini membenarkan, bangunan yang berdiri diatas saluran air di Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi merupakan miliknya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan tim diantaranya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, DPM-PTSP, Dinas Pengairan dan Satpol PP, pihaknya mengaku siap melakukan pembongkaran.

“Kami siap melakukan pembongkaran, karena sebagai anggota dewan saya harus taat hukum dan aturan,” ujarnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini memastikan, sudah tidak ada aktivitas pembangunan di area setempat, karena sudah dihentikan.

Disinggung mengenai alasan pendirian pertamini tepat di atas saluran air, ia mengaku bahwa tanah yang digunakan untuk mendirikan bangunan merupakan miliknya.

“Di sertifikat tanah yang saya miliki, sungai tersebut masuk dalam sertifikat, makanya saya berani membangun disana,” ujarnya.

Namun, ditengah perjalanan saat bangunan hampir 100 persen rampung, dinas terkait baru menyampaikan teguran. “Pembangunannya sudah dihentikan, bahkan dalam waktu dekat kita akan bongkar sendiri, saya tau aturan kok,” tukasnya singkat.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin